- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polisi Selandia Baru Temuk...
Polisi Selandia Baru Temukan 3 Ton Kokain Mengambang di Laut
Jumat, 10 Feb 2023, 10:30 WIBPolisi Selandia Baru pada Rabu (8/2) mengatakan telah menemukan lebih dari 3 ton kokain yang mengambang di bagian terpencil Samudera Pasifik yang diyakini dijatuhkan oleh sindikat penyelundupan narkoba internasional.
Komisaris Polisi Selandia Baru, Andrew Coster mengatakan kokain itu dijatuhkan di titik transit terapung sebelum dicegat oleh kapal angkatan laut, yang dikerahkan ke daerah itu pada pekan lalu.
Kapal kemudian melakukan perjalanan enam hari kembali ke Selandia Baru, di mana obat-obatan itu didokumentasikan dan selanjutnya dimusnahkan.
Coster mengatakan nilai grosir dari 3,2 ton kokain adalah sekitar 500 juta dolar Selandia Baru atau USD 316 juta yang kemungkinan ditujukan ke Australia.
"Kami percaya ada cukup kokain untuk melayani pasar Australia selama sekitar satu tahun, dan ini akan lebih dari yang digunakan Selandia Baru dalam 30 tahun," kata Coster, seperti dikutip dari The Associated Press.
Menurut Coster, obat-obatan itu ditemukan polisi, bea cukai dan militer setelah meluncurkan Operasi Hydros pada bulan Desember tahun lalu, yang bekerja sama dengan lembaga mitra internasional untuk mengidentifikasi dan memantau pergerakan kapal yang mencurigakan.
Coster mengatakan mereka akan terus menyelidiki kasus tersebut bersama lembaga internasional lainnya.
Bill Perry, penjabat pengawas dari Layanan Bea Cukai Selandia Baru, mengatakan tangkapan itu menggambarkan sejauh mana sindikat terorganisir akan menyelundupkan narkoba di Pasifik Selatan.
"Kami melihat mungkin ini hanya indikasi bahwa kelompok kejahatan transnasional terorganisir sedang menguji pasar dengan cara yang berbeda, jadi sebagai agensi, kami perlu berkolaborasi," kata Perry.
Meskipun mereka belum melakukan penangkapan, polisi mengatakan bahwa mereka telah memberikan pukulan finansial kepada semua orang mulai dari produsen obat-obatan Amerika Selatan hingga distributor dalam penyitaan obat terbesar yang pernah terjadi di negara itu.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
CRISPR Bisa Pulihkan Fungsi Gen Terkait Autisme
-
Ada Tambahan Penghasilan untuk PPPK Kota Tangerang, Tinggal Tunggu Kemendagri
-
Banjir Bandang di Aceh Tamiang Sebabkan Desa Hilang
-
DPR Nilai Sekolah Rakyat dan Garuda Kejar Ketertinggalan Teknologi
-
OJK Siap Rilis ETF Emas Akhir April 2026, Investasi Emas Makin Praktis
-
Sinergi PLN Pemprov DKI Jakarta, Perkuat Kelistrikan Kepulauan Seribu
-
Hadapi Curah Hujan Ekstrem, KAI Perkuat Manajemen Kesiagaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.