Tegakkan Aturan Hukum untuk Mengawal Hilirisasi

Kamis, 09 Feb 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah perekonomian harus dikawal oleh aparat keamanan agar benar-benar berjalan pada koridor yang ditetapkan. Pengawalan terhadap hilirisasi harus menunjukkan penegakan hukum yang adil dan bukan berdasarkan kepentingan proyek tertentu.

Instruksi Presiden untuk mengawal hilirisasi sangat bagus, namun masih terkesan seperti pedang bermata dua yang hanya tajam ke masyarakat bawah, tapi tumpul ke atas. Padahal, masyarakat punya hak yang tidak bisa dihilangkan, tetapi dipaksa menerima melalui penyalahgunaan kekuasaan.

Ket. Foto: JOKO WIDODO Presiden RI - Tindak tegas pertambangan dan ekspor ilegal karena dapat mengganggu proses hilirisasi dan industrialisasi. — Sumber: ISTIMEWA

Munculnya kesan tajam ke bawah dalam program hilirisasi karena di beberapa proyek kalau mencemari sungai dan mengganggu kehidupan rakyat, malah dilindungi, misalnya perusahaan batu bara yang meninggalkan lubang-lubang raksasa, tetapi dibiarkan dan mereka tidak membenahi.

Hal itulah yang dipandang sebagai sumber masalah nasional. Makanya yang harus ditegakkan adalah aturan hukum yang adil, bukan tumpul kalau menyangkut teman-temannya saja dan kalau berhadapan dengan oposisi langsung dibabat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (8/2), memerintahkan TNI dan Polri untuk menjaga keberlangsungan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam di dalam negeri.

"Tugas TNI, Polri adalah menjaga agar namanya industrialisasi, hilirisasi itu berjalan dengan baik di lapangan, tidak terjadi gangguan-gangguan," kata Presiden.

Presiden juga memerintahkan agar aparat menindak tegas pertambangan dan ekspor ilegal karena dapat mengganggu proses hilirisasi dan industrialisasi. Ekspor sumber daya alam secara ilegal juga dapat mengurangi penerimaan negara.

"Kalau ekspor ilegal misalnya timah masih berjalan, bauksit masih ada, batu bara masih ada, sehingga penerimaan negara menjadi sangat berkurang," katanya.

Tingkatkan Harga Jual

Menanggapi hal itu, Peneliti Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana-Bengkayang Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, mengapresiasi pemerintah atas upaya hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam yang ada di dalam negeri sebagai strategi meningkatkan harga jual hasil sumber daya alam.

Masalahnya, di lapangan selalu saja ada kendala dalam berbagai aspek. Maka, langkah Presiden Jokowi memerintahkan TNI dan Polri untuk menjaga keberlangsungan proses hilirisasi sudah tepat.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Umar Sholahudin, mengatakan permintaan Presiden menjaga agar hilirisasi dan industrialisasi agar berjalan dengan benar, aman, dan terkendali sangat sesuai dengan tupoksi TNI/Polri.

"Hilirisasi dan industrialisasi harus dilakukan demi kepentingan nasional dan terutama di area-area yang selama ini menjadi kantong konflik agraria. Jangan sampai TNI/ Polri menjadi tameng dan alat penjaga kepentingan oknum tertentu.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.