Menkeu AS: Inflasi Masih Tinggi, tapi Ada Tanda-tanda Menggembirakan
Kamis, 09 Feb 2023, 09:01 WIBWASHINGTON - Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Rabu (8/2) bahwa sementara inflasi masih tinggi, ada tanda-tanda yang menggembirakan bahwa ketidakcocokan antara penawaran-permintaan mereda di banyak sektor ekonomi.
"Selama dua tahun terakhir, kami telah bekerja dengan sukses untuk meredakan tekanan rantai pasokan, dan itu termasuk mendanai peningkatan lalulintas peti kemas dan memindahkan beberapa pelabuhan ke operasi 24/7," kata Yellen dalam sambutannya di pabrik baterai kendaraan listrik Ultium Cells LLC yang sedang dibangun di dekat Nashville.
Sebuah laporan ketenagakerjaan minggu lalu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS meningkat tajam pada Januari sementara tingkat pengangguran mencapai level terendah lebih dari 53,5 tahun di 3,4 persen, menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat yang dapat membuat pusing Federal Reserve dalam pertempuran melawan inflasi.
Pejabat Fed pada Rabu (8/2) mengatakan lebih banyak kenaikan suku bunga akan terjadi karena bank sentral AS terus maju dengan upayanya untuk mendinginkan inflasi, meskipun tidak ada yang siap untuk menyatakan bahwa laporan pekerjaan kuat Januari dapat mendorong mereka kembali ke sikap kebijakan moneter yang lebih agresif.
The Fed memutuskan Rabu lalu (1/2) untuk memoderasi laju kampanye kenaikan suku bunga yang secara historis agresif untuk mengurangi inflasi yang tinggi.
"Memang benar bahwa suku bunga telah naik dan perlahan, yang meningkatkan biaya negara dan anggaran federal atas bunga utang. Jadi dalam hal itu, ini merupakan hambatan. Proyeksi masa depan kami, telah lama berasumsi bahwa suku bunga akan bergerak kembali ke tingkat yang lebih normal," tambah Yellen pada Rabu (8/2).
Beberapa investor percaya tanda-tanda kekuatan di pasar tenaga kerja membuat resesi lebih kecil kemungkinannya dan meningkatkan kemungkinan soft landing, di mana Fed menjinakkan inflasi tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi.
Inflasi, berdasarkan ukuran yang disukai Fed, mencapai lebih dari dua kali lipat target.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Cabai Rawit Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650/Kg
-
Pengabdi Setan 3: Origin Resmi Diproduksi, Joko Anwar Siapkan Babak Baru pada 2027
-
Lulur Keraton: Skincare Warisan Leluhur yang Kembali Tren di Kalangan Anak Muda
-
Tembus AS! Ekspor Kerapu Sulsel Capai Rp13,7 Miliar Hanya Dalam 6 Bulan
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Riset Bank DBS Indonesia Ungkap Tantangan dan Strategi Transisi Keberlanjutan di Lima Sektor Strategis
-
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.