Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawal Penyaluran Kredit Bank ke Industri Pemurnian

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kawal Penyaluran Kredit Bank ke Industri Pemurnian Doc: ISTIMEWA
Ket. Badiul Hadi Manajer Riset Seknas Fitra - Upaya Presiden menekan perbankan agar mengucurkan modal dan menurunkan NIM harus betulbetul diawasi agar anggaran sebesar itu tidak disalahgunakan.

JAKARTA - Sindiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke para bankir untuk menurunkan marjin bunga bersih dan mendukung pembiayaan ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta industri jasa pengolahan harus diawasi. Perlunya pengawasan itu agar bank-bank betul-betul merealisasikan harapan Presiden supaya hilirisasi meningkatkan pendapatan negara dari ekspor.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, di Jakarta, Selasa (7/2), mengatakan pembangunan smelter atau industri pemurnian memerlukan dukungan banyak pihak selain pemerintah juga perbankkan.

Dukungan bank itu terutama untuk investasi dan modal kerja yang menurut Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia, biaya pembangunan satu smelter mencapai 1,2 miliar dollar AS atau setara dengan 14-17 triliun rupiah.

"Upaya Presiden menekan perbankan agar mengucurkan modal dan menurunkan NIM harus betul-betul diawasi agar anggaran sebesar itu tidak disalahgunakan," tegasnya.

Menurutnya, wacana pendanaan melalui skema konsorium bisa dipertimbangkan agar mempermudah dan menekan besarnya pendanaan pembangunan smelter.

Kepastian Hukum

Ekonom yang juga Direktur Narasi Institut, Achmad Nur Hidayat, mengatakan bahwa dukungan perbankan ke industri pemurnian akan terjadi jika pemerintah bersama DPR memberi kepastian hukum bahwa hilirisasi, termasuk smelter dan turunannya, adalah kebijakan jangka panjang. Sebab, hilirisasi membutuhkan dana yang sangat besar dengan tenor pengembalian yang sangat panjang.

"Tanpa kepastian hukum pasti perbankan takut untuk mengucurkan kreditnya," kata Achmad saat dihubungi, Selasa (7/2).

Selama ini, pemerintah belum konsisten menerapkan kebijakan industri sehingga niatan dan dorongan Presiden Jokowi di masa pemerintahan yang tinggal dua tahun sudah barang tentu susah untuk menjadi pegangan bagi perbankan untuk mengucurkan kreditnya.

Selain permodalan, yang tak kalah penting adalah pemberian insentif baik berupa perizinan maupun kebijakan lain terkait proses produksi maupun penjualan produk jadi. Smelter hingga produk jadi memang akan memberi rantai nilai yang panjang bagi ekonomi dalam negeri.

Namun, memulai tak akan mudah tanpa adanya insentif yang cukup sehingga bisa bersaing dengan industri serupa di luar negeri.

Dia mengakui kalau Indonesia memiliki keterbatasan teknologi sehingga setiap fase dari hilirisasi membutuhkan pembayaran royalti pada pemilik teknologi yang mayoritas dimiliki oleh asing. Akhirnya, ada beban produksi yang membuat produk akhirnya sulit bersaing di pasaran.

"Insentif harus jangka panjang, tidak bisa hanya kepastian dua tahun, tapi 20 tahun ke depan," katanya.

Pemerintah juga diimbau agar pembangunan smelter dan hilirisasi lainnya dikerjakan perusahaan dalam negeri, baik BUMN maupun swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...

Jeda Internasional Dimanfaatkan PSIM untuk Berbenah Diri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jeda Internasional Dimanfaa...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.