Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deplu Sebut AS Bisa Tunjuk Utusan Baru Jika Dialog dengan Korut Dilanjutkan

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 00:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Deplu Sebut AS Bisa Tunjuk Utusan Baru Jika Dialog dengan Korut Dilanjutkan Doc: Antara/Wikimedia Commons/MattWade
Ket. Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat.

Washington - Amerika Serikat dapat mempertimbangkan penunjukan utusan khusus yang didedikasikan bagi isu-isu terkait Korea Utara jika ada dialog aktif dengan negara terisolasi itu, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS NedPrice, Selasa.

Dia menegaskan bahwa Pyongyang terus mengabaikan tawaran Washington dengan alasan bahwa Sung Kim,yang saat ini ditunjuksebagai utusan khusus AS untuk Korut, juga merangkapsebagai Duta Besar AS untuk Indonesia.

Jika penunjukan utusan khusus yang hanya fokus untuk urusan Korut adalah sesuatu yang masuk akal, AS akan mengupayakan hal itu, kata Price.

"Namun, SungKimsaat ini melakukan pekerjaan yang luar biasa sebagai duta besar kami dan sebagai utusan khusus," kata dia, menegaskan.

Price menuding Korut kurang berminat untuk berdialog karena posisi Kim.

"Kami telah mengatakan dengan sangat jelas bahwa kami berusaha untuk terlibat langsung dengan DPRK," katanya, merujuk pada nama resmi Korut.

Dia menambahkan bahwa pihaknya juga mencermati apakah merekadapat mengambil langkah-langkah praktis dan pragmatis untuk mencapai tujuan akhir, yaitu perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

"Jadi, mungkin berbeda ceritanya jika ada diplomasi aktif yang berlangsung dengan DPRK, jika ada dialog aktif," kata Price.

Presiden AS Joe Biden baru-baru ini menunjuk pejabat Deplu, Juli Turner, untuk menjadi utusan khusus urusan hak asasi Korut, jabatan yang telah lama kosong lebih dari enam tahun sejak Januari 2017.

Price mengatakan hanya ada "sedikit orang" dengan pengalaman dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam jabatan itu.

Deplu AS telah bekerja keras untuk membantu meningkatkan kondisi HAM di Korut dan di tempat lain, kata dia.

"Pejabat Departemen Luar Negeri di semua tingkatan, dari menteri hingga ke bawahnya, telah secara aktif terlibat dalam isu HAM," kata Price.

Pemerintah AS berkomitmen untuk menempatkan HAM sebagai pusat kebijakan luar negeri, kata dia.

"Dan selama beberapa dekade, AS telah memperjuangkan upaya untuk meningkatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan harga diri rakyat Korut dan akan terus mendorong akuntabilitas pemerintah DPRK, atas catatan HAM mereka yang mengerikan," kata Price.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.