Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daya Saing Industri Pengolahan Kakao Dipacu

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 08:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Daya Saing Industri Pengolahan Kakao Dipacu Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung upaya peningkatan produktivitas dan daya saing sektor industri pengolahan kakao. Apalagi, Indonesia memiliki potensi besar dengan dukungan 11 industri pengolahan kakao intermediate.

Pada 2021, nilai ekspor produk kakao intermediate seperti cocoa liquor, cocoa butter, cocoa cake, dan cocoa powder menembus angka 1,08 miliar dollar AS. Sumbangsih terhadap devisa tersebut cukup signifikan sehingga berdampak positif untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Secara volume, produk cokelat yang diekspor 319.431 ton atau 85 persen dari total produksi nasional dengan 96 negara tujuan, di antaranya Amerika Serikat, India, Tiongkok, Estonia, dan Malaysia. Dari sisi industri pengolahan cokelat, Indonesia berada di nomor tiga dunia, setelah Belanda dan Pantai Gading," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, Sabtu (21/1).

Dirjen Industri Agro mengemukakan, pihaknya proaktif mendorong kemitraan antara industri pengolahan kakao dengan para petani dalam rangka menjaga keberlangsungan produksi kakao di Indonesia serta meningkatkan mutu dan produktivitas bahan baku.

Selain itu, Kemenperin memacu hilirisasi dan nilai tambah produk melalui diversifikasi produk dan pengembangan fine flavour cocoa berdasarkan indikasi geografis. Salah satunya pengembangan cokelat artisan atau bean to bar.

"Saat ini pangsa pasar cokelat artisan baru mengisi sebesar 2 persen dari konsumsi cokelat dalam negeri yang didominasi oleh cokelat industrial dan confectionary. Cokelat artisan berpeluang dapat mengisi pangsa sampai dengan 10 persen di Indonesia," papar Putu.

Bahan baku cokelat artisan merupakan biji kakao premium yang terfermentasi secara baik dengan harga jual 50.000 rupiah per kilogram (kg) atau 43 persen lebih tinggi nilainya dari biji kakao yang dibeli industri. Tentunya hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani kakao dan keberlangsungan kakao di Indonesia.

Produsen Terbesar

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang juga Ketua Tim Kunspik Komisi VII, Eddy Soeparno, menekankan pihaknya mendorong pengembangan industri pengolahan kakao di wilayah tersebut. Sebab, menurutnya, sekitar 15 tahun lalu, Indonesia pernah berjaya dengan menjadi produsen bahan baku cokelat terbesar di dunia, yaitu biji kakao. III

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.