Banyak Fasilitas Kesehatan di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan Tak Miliki Listrik

Sabtu, 21 Jan 2023, 13:18 WIB

Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan dilaporkan sebagai dua wilayah dengan fasilitas kesehatan tanpa listrik terbanyak di dunia.

Dalam laporan Energizing Health: Accelerating Electricity Access in Health-Care Facilities, yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia, Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), dan Energi Berkelanjutan untuk Semua (SEforAll) mencatat, lebih dari 1 dari 10 fasilitas kesehatan di negara-negara Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara tidak memiliki akses listrik sama sekali.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: Dok. Clasp

Di Afrika sub-Sahara, sekitar 15 persen fasilitas kesehatan tidak memiliki pasokan listrik yang dapat diandalkan. Artinya, lebih dari 650 ribu orang terpaksa harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan tanpa listrik. Sementara di Asia Selatan, 12 persen fasilitas kesehatan di sana tak disertai dengan listrik, menyebabkan lebih dari 237 ribu penduduknya tak bisa mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

Meskipun ada beberapa kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dalam hal elektrifikasi fasilitas layanan kesehatan, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia hanya bisa mengandalkan fasilitas layanan kesehatan tanpa akses listrik yang bisa diandalkan. Singkatnya, angka ini mendekati seluruh populasi Amerika Serikat (AS), Indonesia, Pakistan, dan Jerman jika digabungkan.

Laporan yang menyoroti elektrifikasi fasilitas kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah itu, juga melaporkan disparitas akses listrik di dalam negara juga sangat mencolok. Di mana puskesmas dan fasilitas kesehatan di pedesaan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki akses listrik dibandingkan rumah sakit dan fasilitas di daerah perkotaan.

Padahal, akses ke listrik sangat penting untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas. Listrik diperlukan untuk menyalakan perangkat paling dasar, mulai dari lampu sampai perangkat yang mengukur tanda-tanda vital seperti detak jantung dan tekanan darah. Listrik juga sangat penting untuk prosedur rutin dan darurat. Ketika fasilitas layanan kesehatan memiliki akses ke sumber energi yang dapat diandalkan, peralatan medis yang penting dapat diberdayakan dan disterilkan, klinik dapat menyimpan vaksin penyelamat nyawa, dan petugas kesehatan dapat melakukan operasi penting atau melahirkan bayi sesuai rencana.

"Akses listrik di fasilitas layanan kesehatan dapat membuat perbedaan antara hidup dan mati," kata Maria Neira, Asisten Direktur Jenderal untuk Healthier Populations WHO.

Karenanya WHO mengimbau perlunya menganggap elektrifikasi fasilitas layanan kesehatan sebagai prioritas pembangunan tertinggi, yang membutuhkan dukungan dan investasi lebih besar dari pemerintah, mitra pembangunan, dan organisasi pembiayaan dan pembangunan. Penting juga untuk memahami kesenjangan akses listrik bagi fasilitas kesehatan di desa dan perkotaan untuk mengidentifikasi, di mana tindakan paling mendesak dibutuhkan, dan untuk memprioritaskan alokasi sumber daya di tempat yang akan menyelamatkan nyawa.

"Berinvestasi dalam energi yang andal, bersih, dan berkelanjutan untuk fasilitas layanan kesehatan tidak hanya penting untuk kesiapsiagaan menghadapi pandemi, tetapi juga sangat dibutuhkan untuk mencapai cakupan kesehatan universal, serta meningkatkan ketahanan dan adaptasi iklim," jelas Neira.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.