Presiden Harap Tak Ada Lagi Banjir Bandang di Manado

Jumat, 20 Jan 2023, 01:10 WIB

MINAHASA UTARA - Presiden RI Joko Widodo berharap keberadaan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Mihanasa Utara, Sulawesi Utara, bisa turut mencegah banjir bandang yang pernah terjadi tahun 2014 di Manado.

"Karena ini berada di atas Manado, sehingga kalau tidak dihentikan di sini airnya bisa lari dan bisa menyebabkan Manado banjir seperti saya ingat pernah 2014 di Manado banjir bandang," kata Presiden dalam sambutannya pada peresmian bendungan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (19/1).

Ket. Foto: Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Mihanasa Utara, Sulawesi Utara, — Sumber: istimewa

Presiden menyampaikan Bendungan Kowil Kawangkoan dibangun sejak 2016 dengan anggaran 1,9 triliun rupiah dan memiliki kapasitas tampung 26 juta meter kubik dengan luas genangan 157 hektar. "Nanti bisa untuk pembangkit listrik kemudian mengurangi banjir yang ada, utamanya di Manado dan juga untuk pertanian," kata Jokowi.

Ia mengatakan bendungan bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang menghasilkan tenaga listrik dua kali 0,70 Megawatt. "Meskipun kecil tapi bisa jadi pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Saya rasa itu. Dan dengan mengucap bismillahirohmanirrohim, pada pagi hari ini saya resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara," ujarnya.

Disambut Antusias

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Presiden Jokowi juga menyempatkan untuk membagikan bantuan sosial kepada masyarakat di Pasar Rakyat Pinasungkulan, Karombasan, Kota Manado.

Sejumlah masyarakat antusias menyambut kedatangan Presiden di Pinasungkulan. Setibanya di pasar tersebut, Presiden menyapa para pedagang, pembeli, dan juga masyarakat yang telah menantikan kehadirannya. "Jokowi, Jokowi, Jokowi," teriak masyarakat ketika Presiden berjalan di pasar membagikan bantuan sosial berupa bahan pokok.

Presiden juga meninjau kawasan Likupang yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara. Presiden berharap semua destinasi wisata yang sebelumnya terdampak pandemi bisa segera pulih dan normal.

"Semua negara, semua tujuan wisata, semua destinasi wisata mengalami hal yang sama. Tetapi, recovery, pemulihan di Indonesia jauh lebih cepat. Sekarang Bali sudah full wisatawan, meskipun belum seperti pra-pandemi, tetapi sudah lebih di atas 60-70 persen. Di tempat-tempat lain juga sama. Kita harapkan akan kembali secepatnya normal sehingga semua destinasi wisata kita bisa pulih kembali atau lebih meningkat dari sebelum pandemi," ujar Presiden.

Likupang merupakan salah satu destinasi super prioritas (DSP) yang ditetapkan pemerintah selain Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Sebagai DSP, pemerintah pun menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti bandara hingga jalan akses.

Selain jalur darat, pemerintah juga menyiapkan jalur laut yang bisa mempercepat waktu tempuh dari kota menuju Likupang menjadi hanya 15-20 menit. Presiden meyakini hal tersebut akan turut menarik investor untuk berinvestasi di Likupang.

"Ini bisa menarik investasi, menarik investor dan kita harapkan seperti Marriot, (hotel) bintang lima ini tidak hanya satu, tetapi nanti juga yang lain-lain bintang empat, bintang tiga, atau yang resor, semuanya ada di kawasan Likupang ini," imbuhnya.

Kepala Negara optimistis kawasan Likupang akan ramai didatangi turis mancanegara, baik dari Eropa maupun dari negara-negara Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.