Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua Komisi B: Penerapan ERP Bisa Membebani Masyarakat

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 03:27 WIB | Oleh:
Ketua Komisi B: Penerapan ERP Bisa Membebani Masyarakat Doc: Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Sejumlah kendaraan berjalan lambat saat melalui jalan Jendral Sudirman, Jakarta.

JAKARTA - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Ismail memberikan sejumlah masukan terkait rencana penerapan jalan berbayar Electronic Road Pricing (ERP).

Ismail mengatakan, ERP masih jauh dari persetujuan. Pasalnya, jika ERP diterapkan maka kebijakan ini dapat membebani masyarakat.

"Masyarakat tentu akan ada tambahan pengeluaran dalam menunjang mobilitasnya. Terlebih, jika ERP ini juga diterapkan bagi pengendara sepeda motor. Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai ojek online, kita harus punya empati," ujarnya.

Tidak kalah penting, lanjut Ismail, penerapan ERP ini sangat berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan dan lokasi-lokasi kemacetan baru.

"Benyak pengendara tentu akan menggunakan jalan lain yang tidak berbayar, ini tidak bisa dihindari. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan dan kajian mendalam terkait ERP ini, kita tidak bisa asal menyetujui saja," bebernya.

lsmail menjelaskan, rencana penerapan ERP ini juga masih dalam pembahasan di Bapemperda DPRD DKI Jakarta dan belum pernah disampaikan secara langsung pihak eksekutif, khususnya Dinas Perhubungan kepada Komisi B.

"Tentu sebagai mitra kerja eksekutif dan Wakil Rakyat kita ingin juga mengetahui lebih jauh soal ERP ini. Jangan sampai ingin mencari solusi tapi justru menimbulkan masalah baru," bebernya.

Ismail menambahkan, ada banyak hal krusial yang perlu dikritisi kalau ERP ini akan diterapkan. Misalnya, siapa yg akan mengelola uang dari penerapan jalan berbayar tersebut.

"Saya kira ini akan melibatkan dana yang besar dan berpotensi terjadi penyimpangan. Penggunaan uang hasil penerapan ERP ini juga harus jelas dulu," bebernya.

Menurutnya, masih banyak alternatif lain untuk mengatasi kemacetan dengan tidak membebani masyarakat secara finansial dan menganggu mobilitasnya.

"Kalau mau masyarakat menggunakan transportasi umum ya kita harus persiapkan dulu infrastrukturnya secara komprehensif. Kemudian, dari sisi biaya transportasi juga harus semurah mungkin dan memberikan kenyamanan agar menjadi pilihan utama," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Zverev Nomor Satu Dunia
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.