Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Konservasi di Indonesia Kian Ramai Pengunjung

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 03:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Konservasi di Indonesia Kian Ramai Pengunjung Doc: ANTARA/HO-KLHK
Ket. Ilustrasi - Landskap keindahan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Konservasi (KLHK) menyebutkan pengunjung kawasan konservasi kian ramai dengan angka mencapai 5,29 juta orang pada tahun 2022.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan jumlah itu terdiri atas 5,1 juta wisatawan domestik dan 189 ribu wisatawan mancanegara.

"Kondisi itu lebih tinggi atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan data tahun 2021, dimana kunjungan wisatawan domestik 2,9 juta dan wisatawan mancanegara 12 ribu," ujar Siti Nurbayadalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin.

Nilai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pungutan masuk objek wisata alam tercatat sebesar Rp96,7 miliar pada tahun 2022. Nominal itu lebih besar dibandingkan capaian PNBP 2021 yang hanya sebesar Rp34,2 miliar.

KLHK memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan konservasi meningkat di masa depan. Hal itu seiring dengan pengembangan objek wisata alam, penerapan teknologi informasi sebagai media pemasaran maupun promosi serta kemudahan pelayanan melalui sistem tiket elektronik.

"Sistem itu juga sebagai upaya untuk penerapan pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis daya dukung daya tampung kawasan konservasi untuk menjaga aspek konservasi alam," kata Siti.

Wisata alam ke kawasan konservasi tak hanya memberikan pemasukan bagi negara melalui PNBP, tetapi juga memberikan efek berganda kepada masyarakat.

Dari sisi serapan tenaga kerja, lanjut Siti, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi telah memberikan lapangan kerja untuk setidaknya 4.000 orang. Mereka terdaftar sebagai tenaga kerja para pemegang perizinan berusaha di kawasan konservasi.

Menurutnya, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi juga telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sebagai penyedia jasa makanan dan minuman, pemandu wisata dan penyedia cenderamata.

Hingga Desember 2022, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sepanjang kurun waktu 2021 dan 2022 di Taman Nasional Rinjani terdapat peningkatan pelaku wisata alam, yaitutour operatoryang melakukan usahanya meningkat dari 70 orang menjadi 109 orang, pemandu meningkat dari 794 orang menjadi 3.907 orang, pengantar barang dari 1.841 orang menjadi 11.577 orang.

Adapun nilai kemanfaatan kegiatan wisata alam di kawasan konservasi turut memberikan dampak ekonomi, contohnya wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil survei pada Oktober 2021, saat berlangsung PPKM level IV, secara umum nilai kemanfaatan TNGGP di sektor wisata memberikan potensi omzet sekitar Rp173 ribu per orang per hari, dan pendapatan bersih sekitar Rp134 ribu per orang per hari. Nilai itu dihitung terhadap semua jenis kegiatan wisata alam.

Pada Juli 2022, kegiatan wisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mampu memberikan omzet sebesar Rp471 juta kepada masyarakat Tunak Besopok yang terlibat dalam kegiatan pariwisata.

Nilai ini dihitung terhadap jenis kegiatan penyediaan makanan dan minuman, pemandu wisata, dan penyedia cenderamata yang dilakukan oleh masyarakat Tunak Besopok.

Karakteristik kawasan konservasi yang unik dan khas dari sisi lanskap dan ekosistemnya, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sosial budaya serta kearifan lokal masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi menjadi obyek dan daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung dan melakukan aktivitas wisata alam.

KLHK menyatakan Indonesia memiliki sebanyak 2.612 objek dan daya tarik wisata alam berupa lanskap, air terjun, gua, laut atau pantai, danau, hingga gunung.

Sedangkan aktivitas wisata alam yang bisa dilakukan antara lain berkemah, menyelam,snorkling, panjat tebing, mendaki, menikmati keindahan alam, mengamati kehidupan liar, hingga telusur gua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.