Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Stunting Berisiko Terpapar TBC

📅 Minggu, 15 Jan 2023, 14:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anak Stunting Berisiko Terpapar TBC Doc: ANTARA/HO-Istimewa
Ket. Ilustrasi - Pemeriksaan kondisi kesehatan bayi untuk pencegahan stunting.

Makassar - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, dr Nani mengatakan bahwa anak-anak yang dikategorikan stunting memiliki risiko lebih tinggi terpapar tuberkulosis atau TBC.

"Jika dibandingkan dengan balita gizi normal, maka balita dengan gizi buruk dan berkategori stunting berisiko lebih tinggi terkena TBC. Demikian juga dengan balita yang menderita TBC, dengan masalah gizi yang kronik dan kekebalan yang rentan, potensi stuntingnya juga besar," kata Nani di Makassar, Sabtu.

Oleh karena itu, kata dia, perlu pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi agar kedua masalah tersebut dapat terselesaikan.

"Tuberkulosis dan stunting saat ini merupakan prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu, pada skrining TBC di Makassar, juga dilakukan skrining stunting," katanya.

Salah satu strategi dalam menemukan penderita TBC yakni skriningself assesmentmelalui aplikasi Sobat TB bagi masyarakat, terutama di Lorong Wisata.

Menurut dia, jika mereka yang melalui asesmentersebut mendapatkan hasil suspekatau terduga TBC akan dihubungkan ke petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat dengan domisilinya.

Strategi lainnya dengan memperluas jejaring layanan TBC melibatkan klinik dan faskesswasta (Program TB Nasional) mempersyaratkan pencatatan dan pelaporan kasus TBC hanya melalui Sistem SITB yang langsung menghitung sasaran dan capaian secara nasional.

Oleh karena itu, menurut dia, penting untuk memasukkan seluruh fasilitas kesehatan yang ada, baik publik (pemerintah) maupun privat (swasta) untuk dapat berjejaring dan melaporkan hasil temuannya dalam sistem, untuk dapat mengukur sejauh mana keberhasilan program TBC yang sudah dilaksanakan di masyarakat.

Sementara mengenai stunting, Dinkes Makassar juga melakukan sejumlah upaya menekan dan mencegah kasus stunting, seperti pelatihan konseling pemberian makan pada bayi dan anak, baik pada petugas kesehatan maupun kader kesehatan.

Kemudian, pemberian makanan tambahan pemulihan bagi balita gizi kurang dan balita gizi buruk, termasuk bagi ibu hamil kurang energi kronik dan juga dilakukan pengawasan pemberian ASI eksklusif di RSIA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.