Ganjar Pranowo Genjot Penataan dan Konservasi Lahan untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Sabtu, 14 Jan 2023, 22:42 WIB

Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggenjot penataan lahan dan konservasi lahan untuk meningkatkan produktivitas pangan.

"Sebenarnya dari dulu kita memang sudah bisa disebut sebagai lumbung hanya sekarang tata ruang itu kan makin bersaing dengan kebutuhan industri, perumahan, maka lahan subur itu mesti betul-betul dikonservasi," kata Ganjar di Semarang, Jateng, Sabtu.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

Menurut Ganjar, predikat lumbung padi sudah lama melekat pada Provinsi Jawa Tengah dan hal itu tidak lepas dari produktivitas padi.

Beberapa waktu lalu Ganjar sempat mengatakan produktivitas padi di Jawa Tengah mencapai 9,7 ton dan beras 5,6 ton hingga 5,8 ton per hektare.

Menurut dia, produktivitas itu harus ditingkatkan lagi agar produksi padi dan beras Jawa Tengah dapat juga memenuhi kebutuhan nasional.

"Selain konservasi lahan subur, intensifikasinya juga mesti didorong agar kalau rata-rata kita 5,6 hingga 5,8 ton per hektare padi, maka musti naik lagi sehingga lumbung pangannya bisa didorong," ujarnya.

Lumbung pangan yang dimaksud Ganjar bukan hanya terkait padi atau beras melainkan komoditas pangan lain yang potensial.

Diversifikasi pangan harus dilakukan dengan menggenjot produksi komoditas seperti jagung, singkong, sukun, bahkan porang.

"Pangannya tidak boleh diterjemahkan hanya padi, kita punya jagung, singkong, sukun yang banyak bisa kita produksi. Termasuk porang yang sangat laku sehingga diversifikasi pangannya berlaku," katanya.

Untuk meningkatkan lumbung pangan dengan diversifikasi yang ada, lanjut Ganjar, memerlukan pengembangan sistem dan kontrol yang baik sehingga data menjadi valid.

Menurut dia, data yang valid itu akan menjadi acuan agar geger mengenai impor beras seperti beberapa waktu lalu tidak terjadi.

"Memang sistem ini mestideveloped, dikontrol dengan baik dan datanya menjadi valid sebab kalau tidak ya seperti kemarin. Sebenarnya saat ini kita perlu impor beras apagak, berdebat panjang sekali, berasnya sudah datang. Terus kemudian para petani yang lain berteriak, kami jangan mendapatkangrojoganberas impor. Nah, data kita sebenarnya berapa," ujarnya.

Terkait data itu, Ganjar memaparkan bahwa dari sisi produktivitas sudah bisa menutup kebutuhan di Jawa Tengah, bahkan ada sisa sehingga dapat dibagikan atau dikirim ke tempat lain seperti ke Jakarta, Kalimantan Tengah, dan sebagainya.

"Maka kenapa kita butuh data pertanian kita, mudah-mudahan sensus pertaniannya nanti bisa jadi data utama untuk memperbaiki semua karena problem turunannya masih banyak. Kalau kita mau bicara kebutuhan yang bisa tercukupi seperti itu, ini data tidak boleh meleset, terusupdate," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.