Murid Dilarang Membawa Lato-lato

Selasa, 10 Jan 2023, 05:06 WIB

BOGOR - Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melarang siswa membawa lato-latoke sekolah guna memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. "Siswa sangat dilarang membawa lato-lato ke sekolah. Sebab sekolah adalah tempat belajar, bukan bermain. Jadi, saya tegaskan, murid tidak boleh membawa permainan lato-lato ke sekolah," kata Kepala Dinas PendidikanKabupaten Bogor,Juanda Dimansyah, di Cibinong, Bogor, Senin (9/1).

Juanda minta dukungan guru-guru sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama (SMP) untuk menginformasikan kepada murid larangan membawa lato-latoke sekolah. "Saya minta setiap sekolah untuk mengawasi dan melarang siswa membawa lato-lato ke lingkungan sekolah, apalagi di dalam kelas," kata Juanda.

Ket. Foto: Sejumlah siswa menyanyikan lagu saat hari pertama masuk sekolah di SDIT Thoriq Bin Ziyad, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/1). Hari pertama masuk sekolah di semester genap tersebut diisi dengan kegiatan upacara bendera dan menyanyikan sejumlah lagu nasional serta daerah untuk membangkitkan motivasi belajar dan semangat siswa. — Sumber: Koran Jakarta/Wahyu AP

Seorang guru SMP Al Yasmin Bogor, Mawar, mengatakan bahwa larangan membawa mainanke sekolah sudah diberlakukan sejak hari pertama masuk sekolah, setelah libur akhir tahun. Siswa-siswa di sekolahnya sudah memahami ketentuan itu.

"Sudah kami informasikan ke siswa dan orang tua murid, tidak boleh bawa mainan ke sekolah," ujar Mawar. Kemarin juga diadakan pemeriksaan, tidak ada murid membawa lato-lato.

Sementara itu, menurut sosiolog Universitas Padjadjaran, Dr Hery Wibowo, lato-lato bisa menjadi momen para orang tua untuk mengurangi ketergantungan anakterhadap gawai. Hery mengatakan anak bisa menjadi sedikit terhindar dari potensi negatif saat terlalu banyak bermain gawai.

"Melalui bermain lato-lato dengan temannya, interaksi sosial anak pun bisa terbangun," katanya.

"Inilah ajang membangun interaksi sosial dari generasi Z yang sering disebut generasi alien karena suka menyendiri dan generasi rebahan," kata Hery. Selain itu, menurutnya, lato-lato juga bisa menumbuhkan pola pikir anak terkait proses. Ia menilai anak-anak pun bakal memiliki pemahaman bahwa kesuksesan harus melalui proses, tidak instan.

"Dengan penekanan bahwa proses itu penting, tidak ada sukses instan, perlu berlatih, agar membawa hasil," kata Hery. Secara tidak langsung, menurutnya, anak yang memainkan lato-lato akan berusaha menunjukkan kemahirannya di depan sebayanya. Hal itu bisa menjadi lahan positif anak untuk membangun konsep diri yang positif.

Di samping dengan anak sebaya, menurut Hery, para orang tua juga bisa memiliki ruang untuk mengapresiasi anaknya ketika menunjukkan kemahirannya dengan bermain lato-lato. Waktu berkualitas bagi anak dan orang tua, sekaligus wahana pemahaman nilai-nilai positif. Juga menjadi sarana orang tua mengapresiasi kelebihan anak, agar makin merasa berharga. "Ini penting bagi tumbuh kembang anak kelak," kata Hery. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.