Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani di Jombang Buru Hama Tikus Dengan Gropyokan

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 07:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani di Jombang Buru Hama Tikus Dengan Gropyokan Doc: ANTARA/ HO-petani
Ket. Sejumlah tikus ditangkap dalam aksi gropyoka yang digelar petani di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/1/2023).

Jombang - Para petani di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memburu hama tikus dengan caragropyokan,sebagai upaya mencegah semakin berkembang biak dan merusak tanaman petani.

Kepala Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Diyah Kusnowati mengemukakan kegiatangropyokanini sengaja digelar awal musim tanam padi. Dengan cara ini, diharapkan populasi tikus bisa berkurang, sehingga tanaman petani aman.

"Kegiatangropyokanini digelar setiap akan musim tanam. Dengan ini, kami harapkan tanaman petani bisa aman, tidak terlalu rusak," katanya di Jombang, Sabtu.

Ia mengatakan teknik ini memang sederhana namun cukup efisien. Para petani juga gotong royong bersama-sama memburu tikus-tikus di sawah dan membunuhnya.

Menurut dia, jika tikus-tikus itu dibiarkan populasinya akan semakin banyak. Tikus akan memakan tanaman padi petani, sehingga produksi pun akan berkurang.

Dirinya menambahkan Desa Pacarpeluk merupakan salah satu desa penghasil beras. Banyak lahan yang ditanami padi, sehingga hama tikus pun tetap ada.

Namun, pihaknya tetap berupaya mengendalikannya. Ke depan, rencana akan menggunakan racun sehingga tikus-tikus bisa ditekan populasinya.

"Saat ini kami memang mengadakangropyokantikus ini. Namun, selanjutnya setelah selesai tanam ini mungkin menggunakan racun tikus," ujar dia.

Sementara itu, Nur Kholiq, salah satu petani yang ikut acaragropyokantikus itu mengatakan ia dengan petani lainnya mendukung kegiatan ini, sebab membantu petani.

Ia kecewa karena populasi tikus semakin banyak, sehingga tanaman pun juga rusak dimakan tikus-tikus.

"Karena tikus tanaman rusak dan ini berdampak pada turunnya produksi gabah. Jika biasanya tanah luas per 100 ru bisa menghasilkan satu ton, setelah hama ini menyerang tinggal setengahnya saja," kata dia.

Dalam aksi itu, petani membawa alat sederhana yakni mesin diesel serta kayu. Mesin diesel untuk mengarahkan air ke lubang tempat tinggal tikus-tikus, dan setelah tikus lari langsung diburu petani.

Para petani mendapatkan puluhan ekor tikus dalam aksigropyokantersebut. Seluruh bangkai tikus juga juga langsung dikubur di area sawah untuk meminimalisasi bau.

Rencana, kegiatan ini tidak akan berhenti dilakukan. Para petani terus gotong royong ke titik lainnya untuk memburu tikus-tikus, sehingga tanaman petani pun nantinya bisa tumbuh dengan baik dan produksi pun bisa berlimpah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.