Metode Persalinan ERACS Bantu Ibu Pulih Lebih Cepat
Minggu, 08 Jan 2023, 16:30 WIBApabila setelah menjalani operasi caesar, para Ibu harus menjalani perawatan rumah sakit yang lama, metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) dapat membantu Ibu untuk segera kembali ke rumah dan fokus merawat buah hati.
ERACS bahkan diklaim bisa membuat ibu duduk, berjalan dan melakukan beberapa aktivitas hanya dalam waktu dua jam setelah melahirkan. Dengan kata lain, para Ibu dapat langsung menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal tanpa perlu merasakan rasa sakit yang dirasakan dari operasi caesar.
ERACS awalnya digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan pasien bedah rawat jalan yang dikenal dengan sebutan Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Dengan ERAS, pasien yang telah menjalani operasi bedah tidak perlu perawatan di rumah sakit lebih lama.Barulah pada 2018, metode ERAS diadopsi pada wanita yang melahirkan melalui operasi sesar yang kemudian dikenal dengan sebutan ERACS.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ERACS merupakan protokol baru pada metode persalinan operasi caesar, yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan kesehatan ibu sebelum, selama, dan setelah menjalani persalinan caesar.
Dengan ERACS, para Ibu akan menerima obat anti inflamasi non-steroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs dan analgesik non-opioid yang ditujukan untuk mengurangi peradangan, dan meredakan nyeri. Kedua obat ini akan diberikan secara berkala baik yang diminum maupun melalui cairan infus.
Selain itu, Ibu juga akan menerima obat nyeri long-acting dosis kecil pada tulang belakang saat operasi. Penyuntikan anestesi saat operasi juga akan dilakukan dengan jarum spinal berukuran kecil.
Penggabungan poin-poin inilah yang bisa mengurangi pemberian obat opioid setelah operasi hingga sebesar 30 hingga 50 persen. Hal ini berguna untuk mempercepat hilangnya rasa sakit pasca operasi, sekaligus menurunkan risiko ibu hamil mengalami kelelahan, mual, dan sembelit pasca operasi.
Selain intu, metode pembedahan pada persalinan ERACS dilakukan dengan pisau bedah yang kecil dan sangat tajam. Hal ini memungkinkan sayatan pertama langsung mencapai fascia atau selaput otot.
Alhasil, kerusakan jaringan bisa dikurangi, sehingga luka bisa pulih dengan lebih cepat dan trauma pada kulit juga bisa diminimalkan. Metode ini bertujuan agar ibu yang baru saja melahirkan bisa cepat pulih dan dapat berfokus untuk merawat bayi.
Pada metode ERACS, pemeriksaan sebelum operasi dilakukan saat usia kehamilan mencapai 10 hingga 20 minggu untuk operasi caesar yang telah dijadwalkan. Walau begitu, pasien harus lebih dulu menjalani skrining kesehatan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit komorbid seperti kekurangan zat besi. Pasalnya, Ibu yang mengalami anemia defisiensi besi tidak bisa melakukan ERACS karena tidak bisa menerima obat-obatan tertentu yang memang digunakan dalam metode ini.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Jalur KRL Cikampek dan Sukabumi Mulai Digeber 2026, Cek Rutenya di Sini
-
Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Hektar di Gresik
-
Airlangga: Jepang Berperan Penting Bangun Ekosistem Industri Otomotif Indonesia
-
Mendag Buka Data: Ribuan Pengaduan Konsumen Jadi Alarm Perdagangan Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.