Cegah Vaksin Palsu saat Imuniasi ke Anak, Ini Saran dari Dokter
Kamis, 05 Jan 2023, 00:25 WIBJakarta - Dokter spesialis anak dr. Muhammad Rizki SpA menyarankanorangtua mengimunisasianak di fasilitaskesehatan (faskes) yang memiliki izin praktik agar tidak mendapatkan vaksin palsu.
"Tipsnya yang sudah pasti dilakukan di faskes primer seperti puskesmas untuk imunisasi dasar, Insya Allah produk vaksinnya bagus," ucapnya dalam diskusi mengenai imunisasi anak yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan untuk mendapatkan vaksinasi anak yang baik harus dilakukan di tempat yang fasilitas layanan kesehatannya memiliki izin praktik dan dokternya terdaftar serta punya izin praktik.
Rizki juga menyarankan untuk tidak tergiur dengan tawaran vaksinasi murah dan dijual dengan tidak berizin resmi yang dilakukan oleh orang di luar tenaga kesehatan.
"Jangan sembarangan pilih vaksin murah karena vaksin tidak diperjualbelikan secara bebas apalagi bukan orang Kesehatan, kalau dijual tidak ada izin resminya harus diwaspadai," ucapnya.
Ia mengatakan untuk memastikan vaksin yang diberikan baik untuk anak, biasanya dokter selalu mengecek tanggal kadaluarsa vaksin dan vaksin dipastikan dalam kondisi baik sebelum diberikan.
Selain itu, fasilitas layanan Kesehatan dan dokter yang akan mengadakan vaksinasi biasanya sudah melalui proses yang ketat dan berizin resmi.
"Ilmu itu yang hanya diketahui tenaga kesehatan, jadi disarankanvaksinasi difasilitas pelayanan Kesehatan yang memiliki izin resmi dan memiliki izin mengadakan vaksin yang resmi," ucap Rizki.
Adapun dampak vaksinasi palsu pada anak yang bisa terjadi anaktidak kebal terhadap jenis penyakit tertentu. Selain tidak memiliki kekebalan sama sekali, vaksin palsu juga bisa menyebabkan anak mengalami infeksi karena dibuat dengan proses yang tidak steril dan tidak memiliki prosedur standar vaksin yang sebenarnya.
Beberapa gejala infeksi yang bisa terjadi jika anak mendapatkan vaksin palsu di antaranya demam tinggi, detak jantung yang tidak teratur dan cenderung lebih cepat, sesak napas dan penurunan nafsu makan. Infeksi juga memungkinkan anak mengeluh sakit dan menjadi lebih rewel.
Berita Terkait:
-
Pemusnahan barang bukti narkotika di BNN Pusat
-
Posko PMI Kota Semarang Melayani 15 Pemudik per Hari
-
Ketua Dewan Pers Tegaskan AI Wajib Bayar Royalti atas Penggunaan Karya Jurnalistik
-
Thailand Melanjutkan Aksi Militer ke Kamboja, Tak Gubris Trump
-
Tim SAR Temukan Jasad Pelatih Valencia yang Jadi Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
-
Antusiasme Warga Warnai Perjalanan Presiden Prabowo Menuju Upacara HUT TNI ke-80
-
DLH Jakarta Wajibkan Kafe dan Restoran Pilah Sampah, Langgar Aturan Bakal Kena Sanksi?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.