Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investasi 'Cloud' dan Keamanan Siber Diprediksi Kian Meningkat di 2023

📅 Rabu, 04 Jan 2023, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investasi 'Cloud' dan Keamanan Siber Diprediksi Kian Meningkat di 2023 Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi keamanan siber.

JAKARTA - Akamai Technologies memprediksi adanya peningkatan untuk ragam perusahaan yang akan berinvestasi pada teknologi komputasi awan (cloud) dan keamanan siber di tahun 2023.

Menurut laporan dari Akamai dan Gartner, Selasa (3/1), belanja untuk layananclouddi seluruh dunia diperkirakan akan mencapai 590 miliar dollar AS di tahun 2023 atau naik 20,7 persen dibandingkan tahun 2022.

Namun, investasi untukcloudbisa menurun jika anggaran teknologi informasi (TI) secara keseluruhan menyusut mengingat cloudselalu memegang porsi terbesar dari pengeluaran TI dan angkanya proporsional dengan pertumbuhan anggaran.

Gartner juga memprediksi belanja untuk produk serta layanan keamanan informasi dan manajemen risiko akan meningkat sebesar 11,3 persen, mencapai lebih dari 188,3 miliar dollar AS di tahun 2023.

Hal ini didorong oleh meningkatnya penerapan model kerjaremotedanhybrid, transisi dari VPN ke akses jaringan dengan keamananzero trustdan pergeseran ke model penyediaan layanan berbasiscloud.

Executive Vice President dan Chief Technology Officer Akamai, Dr. Robert Blumofe, mengamati sejumlah persoalan utama di bidangclouddan keamanan siber secara global, dan juga Asia Pasifik dan Jepang (APJ).

Blumofe mengatakan, ketidakpastian ekonomi 2023 akan mendorong inovasi. "Kondisi ekonomi makro saat ini akan mendorong banyak perusahaan untuk berpikir kreatif dalam hal biaya dan model bisnis, serta mendorong perubahan besar baik dalam pengeluaran maupun inovasi di tahun depan," katanya.

Terkait biaya, banyak perusahaan akan mengevaluasi pengeluaran mereka untuk layananclouddan mencari cara untuk mengurangi lonjakan biaya. Ketidakpastian ekonomi juga akan mendorong eksperimentasi model bisnis guna meningkatkan pendapatan.

Lebih lanjut, ia menilai dampak nyata dari serangan siber akan makin signifikan.

"Solusi untuk masalah ini akan kompleks dan beragam, sehingga membutuhkan kerja sama sektor publik dan swasta, investasi yang besar untuk mengamankan rantai pasokansoftware, dan menerapkan prinsipleast privilege(memberi akses kepada pengguna seperlunya saja) sebagai filosofi keamanan inti di semua industri," ujar Blumofe.

Selanjutnya, dalam jangka pendek,metaverseakan lebih sepertigameyang sangat interaktif. Kemajuan besar dalam komputasi dan teknologi bisa kita kenakan (wearable) harus terwujud terlebih dahulu sebelummetaversesesungguhnya bisa dibangun.

Terakhir, fokus yang lebih besar untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional internet. "Tekanan untuk menggunakan energi yang lebih bersih akan meluas ke perusahaan-perusahaan teknologi di tahun depan," kata Blumofe.

"Semua organisasi/perusahaan akan berupaya meningkatkan efisiensi operasional internet, yang saat ini meningkatkan konsumsi energi dan biaya dari aktivitas penyimpanan, pemrosesan, dan transfer data," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.