Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah 28 Desember: Petaka Miskomunikasi AirAsia QZ8501, 162 Orang Tewas

📅 Kamis, 29 Des 2022, 10:18 WIB | Oleh:
Sejarah 28 Desember: Petaka Miskomunikasi AirAsia QZ8501, 162 Orang Tewas Doc: Wikimedia Commons
Ket. Bodi utama pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan di dasar laut.

Tepat delapan tahun yang lalu, miskomunikasi antara pilot dan co-pilot dalam menanggapi masalah teknis ketika mengudara menyebabkan penerbangan AirAsia QZ8501 jatuh ke Laut Jawa pada 28 desember 2014.

Pesawat yang membawa 155 penumpang dan tujuh orang kru dari Surabaya ke Singapura itu dilaporkan hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara pada pukul 06.17 WIB atau sekitar 40 menit usai lepas landas pada 05.36 WIB.

Puing-puing bangkai pesawat dan jenazah penumpang kemudian ditemukan mengambang di Laut Jawa di perairan Kalimantan, sekitar 16 kilometer dari koordinat terakhir pesawat yang diketahui.

Nahas, tak ada jiwa yang berhasil selamat dari insiden tersebut dan hanya 106 mayat yang berhasil ditemukan.

Penyelidik yang awalnya mengindikasikan cuaca buruk sebagai kemungkinan penyebab kecelakaan itu, akhirnya menemukan bahwa kecelakaan fatal itu disebabkan oleh kesalahan pada komponen dan tindakan awak pesawat.

Dalam konferensi pers yang digelar setahun setelahnya, para penyidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menunjukkan pilot menghadapi masalah teknis berulang dengan Rudder Travel Limiter (RTL), dan meninggalkan co-pilot untuk mengambil kendali pesawat.

Ketua Tim Investigasi AirAsia QZ8501, Marjono Siswosuwarno menjelaskan, sejak pukul 06.01 WIB, perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) mencatat terjadi empat kali aktivasi tanda peringatan yang disebabkan karena gangguan pada sistem rudder travel limiter (RTL). Gangguan ini mengaktifkan electronic centralized aircraft monitoring (ECAM).

"Tiga gangguan awal yang muncul pada sistem RTL telah ditangani oleh awak pesawat sesuai dengan langkah-langkah yang tertera pada ECAM dan gangguan tersebut bukanlah suatu yang membahayakan penerbangan" tuturnya seperti dirangkum Koran Jakarta dari laman resmi KNKT.

Tak berselang lama, pesawat kembali mengalami gangguan lagi yang keempat kalinya. FDR, katanya, mencatat penunjukan berbeda dengan tiga gangguan sebelumnya.

Menurutnya, gangguan tersebut memiliki kesamaan dengan kejadian gangguan pada 25 Desember 2014, saat pesawat masih di darat ketika sakelar pemutus tenaga atau circuit breaker (CB) dari flight augmentation computer (FAC) direset.

"Tindakan awak pesawat setelah gangguan keempat ini yaitu mengaktifkan tanda peringatan kelima yang memunculkan pesan di ECAM berupa Auto FLT FAC 1 FAULT dan keenam yang memunculkan auto FLT FAC 1+2 FAULT.

Setelah tanda auto FLT FAC 1+2 FAULT muncul, lanjutnya, autopilot dan auto-thrust tidak aktif.

Pengendalian pesawat selanjutnya secara manual oleh awak pesawat telah menempatkan pesawat dalam kondisi upset dan stall secara berkepanjangan, sehingga berada di luar batas-batas penerbangang yang dapat dikendalikan oleh awak pesawat.

"Pengendalian pesawat oleh awak pesawat secara manual selanjutnya menyebabkan pesawat masuk dalam kondisi yang disebut sebagai upset condition dan stall hingga akhir rekaman FDR," sambung dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Call center Bni
Call center Bni
17 May 2026, 21:44 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.