Sebuah Kemunduran, Moeldoko Sayangkan Larangan Perayaan Natal di Bogor
Selasa, 27 Des 2022, 14:24 WIBJakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyayangkan kabar adanya larangan perayaan Natal di Bogor dan menyebutnya sebagai sebuah kemunduran yang harus disikapi bersama.
"Kita sayangkan ya, itu sungguh sangat disayangkan. Saya pribadi dan selaku Kepala Staf Kepresidenan sangat menyayangkan kondisi seperti itu terjadi," ujar Moeldoko usai acara Catatan Akhir dan Awal Tahun Kantor Staf Presiden di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan Moeldoko menyangkut kabar larangan perayaan Natal di sebuah perumahan di daerah Cilebut, Bogor.
Dia mengatakan kejadian itu merupakan sebuah kemunduran dan harus diselesaikan dengan sebuah komunikasi intensif.
"Kita bukan semakin maju sebagai bangsa yang memiliki kebangsaan tinggi, tapi menurut saya ini sebuah kemunduran yang harus kita sikapi bersama. Perlu dikomunikasikan lebih intensif," jelasnya.
Dia menyampaikan KSP sebelumnya juga bisa menyelesaikan persoalan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, di Bogor, dengan sebuah komunikasi intensif, hingga bupati berwenang datang ke KSP untuk mengucapkan terima kasih.
"Gereja Yasmin pada akhirnya bisa diselesaikan dengan pimpinan daerah dan Pak Bupati datang ke KSP mengucapkan ucapan terima kasih, karena kita intensif ikut terlibat di dalamnya ,dalam konteks komunikasi," terang Moeldoko.
Berita Terkait:
-
John Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC Timnas Akhir Mei, tanpa Pemain Naturalisasi
-
Tips Memilih Resor yang Tepat untuk Liburan Akhir Tahun
-
KDM Beri Bantuan untuk Keluarga Affan Kurniawan, Adiknya Jadi Anak Asuh
-
Pertumbuhan industri makanan picu penyerapan tenaga kerja
-
Kemenperin Dorong Industri di Kalimantan Naik Kelas
-
Menarik! Moeldoko Produseri Film Komedi "Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih" yang Ditulis Garin Nugroho
-
Wagub Rano Hadir di Natal GMS, Pesan Kuat Toleransi dan Jakarta sebagai Kota Milik Bersama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.