Kemenkes Sebut Kasus Campak dan Difteri Cukup Tinggi di Aceh
Sabtu, 26 Nov 2022, 00:13 WIBBanda Aceh - Kementerian Kesehatan menyebut kasus campak dan difteri cukup tinggi di Aceh dalam beberapa tahun terakhir sehingga masyarakat diminta melindungi anak mereka dengan imunisasi dasar secara lengkap.
"Campak terus meningkat karena imunisasi kita sangat rendah," kata Pelaksana TugasDirektur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Prima Yosephine di Banda Aceh, Jumat.
Ia menjelaskan cakupan imunisasi dasar lengkap di provinsi paling barat Indonesia itu memang cukup rendah dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini pula yang menyebabkan anak di Aceh berisiko tinggi tertular penyakit yang selayaknya dapat dicegah dengan imunisasi, salah satunya polio atau lumpuh layu yang telah ada kasus di Kabupaten Pidie.
Ia menyebut penyakit lainnya, seperti campak dan difteri, juga banyak ditemukan di "Tanah Rencong" --sebutan untuk Aceh-- itu. Padahal penyakit ini dapat dicegah melalui pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak.
Kemenkes mencatat pada 2020 terdapat 231 kasus campak di Aceh, pada 2021 sebanyak 79 kasus, dan pada 2022 sebanyak 1.510 kasus.
Ia mengatakan kasus campak dapat memicu meningkatnya penyakit-penyakit lain, seperti pneumonia, radang otak, dan diare.
"Anak yang terkena campak ini paling diwaspadai ketika memiliki komplikasi, jadi kematian bukan tidak mungkin karena kasus campak ini," kata Prima.
Kemenkes juga mencatat pada 2020 sebanyak 33 kasus difteri di Aceh, pada 2021 sebanyak 13 kasus, dan pada 2022 ada delapan kasus dengan dua di antaranya meninggal dunia.
Oleh sebab itu, Prima mengajak masyarakat Aceh untuk rutin membawa anaknya melakukan imunisasi, karena penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah melalui imunisasi.
Ia mengatakan saat ini Aceh sedang melakukan sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio, tetapi ke depan diharapkan juga ada sub-PIN penyakit lainnya untuk memenuhi cakupan imunisasi.
"Pelaksanaan sub-PIN harapannya untuk mengejar imunisasi dan imunisasi rutin lainnya juga harus ditingkatkan, supaya kasus campak, difteri juga bisa kita turunkan, kalau bisa jangan sampai ada," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa Bumi di Sulteng
-
G7 Kurangi Ketergantungan Pasokan Mineral dari Tiongkok
-
Swiss dan Bosnia Berebut Tiga Poin, Persaingan Grup B Piala Dunia 2026 Memanas
-
Prakiraan Cuaca BMKG Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Senin Malam
-
NTB Diuntungkan Gelombang Rossby karena Membawa Hujan
-
Jepang Gandeng Malaysia Perkuat Keamanan Maritim di Asia
-
Perbaikan jalan dan jembatan Enang-Enang Aceh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.