Murid SMK Harus Berkarakter dan Berdaya Saing
Sabtu, 12 Nov 2022, 00:07 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menekankan pentingnya murid SMK berkarakter tangguh dan berdaya saing. Karakter tersebut harus terus dikembangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
"Karakter tangguh pelajar ini akan membangun keberanian mereka untuk bersaing dan melompat ke depan," ujar Nadiem, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/11).
Dia menerangkan,pengembangan karakter dapat melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Selain itu, ada program-program pemerintah untuk SMK yang mampu mendorong pengembangan karakter seperti SMK Pusat Keunggulan (PK)
Dia menambahkan, sudah1.400 SMK melaksanakan program SMK PK dan memberikan dampak nyata pada 1.4 juta peserta didik. Tidak hanya pengembangan sarana dan prasarana, SMK PK juga wajib mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
"Ini menjadi kewajiban bagi SMK Pusat Keunggulan untuk melahirkan insan-insan vokasi yang berkarakter tangguh, berkarya, dan kontribusi terhadap pembangunan bangsa," tandasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati mengingatkan murid SMK sebagai insan vokasi untuk terus berkarya dan berinovasi agar mampu bersaing. Hal tersebut penting saat memasuki dunia kerja, mandiri dalam berwirausaha, serta mampu menempuh pendidikan lebih lanjut.
"Bangsa dan negara sangat membutuhkan kontribusi dan peran aktif serta produktif pada masa depan untuk negeri ini," jelasnya.
Dia meminta murid SMK juga bisa belajar dari lingkungan dan alam sekitar, serta belajar melalui beragam pengalaman.Hal tersebut dapat memicu semangat berkarya dan berinovasi.
"Jadi tidak hanya di sekolah saja," katanya.
Dia mengingatkan, murid SMK juga harus dapat mewujudkan profil Pelajar Pancasila, yaitu pemelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ada enam ciri utama dalam profil tersebut yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
"Tetaplah belajar dari siapa pun, dari kondisi dan pengalaman apa pun, sebagai pemelajar sepanjang hayat," terangnya.
Redaktur: andes
Penulis: Muhamad Ma'rup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.