Pemerintah Diminta Lebih Prioritaskan Peningkatan Produksi

Rabu, 03 Agu 2022, 00:02 WIB

JAKARTA - Pemerintah menyatakan akan menyiapkan beberapa langkah untuk menghadapi krisis pangan global. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan langkah yang akan dilakukan adalah stabilisasi harga hingga belanja perlindungan sosial.

"Langkah penting ke depan adalah stabilisasi harga dengan menjaga komoditas pangan, kemudian belanja perlindungan sosial," kata Airlangga dalam acara mid year economic outlook 2022, di Jakarta, Selasa (2/8).

Ket. Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa (2/8). — Sumber: ANTARA/ASTRID FAIDLATUL HABIBAH

Selain itu, pemerintah juga akan menambah pasokan komoditas pangan seiring adanya supply disruption. Hal itu seiring arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar ketahanan dan produksi dari beberapa komoditas penting, seperti padi, jagung, dan kedelai terus ditingkatkan.

Bukan hanya itu, peran dan fungsi dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan Badan Pangan turut diperkuat agar dapat mendukung upaya pengendalian inflasi pangan dalam negeri.

Upaya lainnya adalah dengan memperbaiki distribusi logistik agar pasokan komoditas termasuk jagung untuk tetap terjaga di berbagai daerah di Indonesia.

Sinergi antardaerah juga, kata Airlangga, menjadi kunci untuk memastikan tidak adanya gangguan pasokan maupun dalam memantau harga agar tetap terjangkau.

"Kerja sama antardaerah penting untuk menjaga dan monitoring agar harga terjangkau, barang tersedia, distribusi lancar dan komunikasi dengan publik," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan inflasi komponen pangan bergejolak pada Juli 2022 yang mencapai 11,47 persen (yoy) atau tertinggi sejak Januari 2014 yang sebesar 11,91 persen (yoy).

Pembatasan Ekspor

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan di tengah ancaman resesi ekonomi, ada 30 negara yang melakukan pembatasan ekspor untuk mencegah krisis pangan, maka sudah saatnya pemerintah memberi perhatian lebih pada sektor pertanian dengan meningkatkan produktivitas.

Masalah di sektor pertanian, paparnya, bukan karena tidak punya alternatif selain bahan pangan impor, tetapi skala produksinya kecil, kemudian akses pasar masih sulit, hingga masalah teknologi pertanian.

"Kalau pemerintah serius urusi pangan, berdayakan BUMN kerja sama dengan para petani di lahan reforma agraria untuk dorong produksi sorgum dan tapioka sebagai pengganti kebergantungan terhadap gandum," kata Bhima.

Selain itu, alokasi subsidi pupuk juga dinaikkan, bukan dipangkas. Pupuk dan pestisida menyumbang biaya yang tidak kecil bagi sektor pangan. Memangkas rantai distribusi agar harga bisa diawasi juga pekerjaan rumah yang belum selesai.

"Setelah masalah minyak goreng reda, sepertinya agak kendor pemerintah bereskan tata kelola minyak goreng," ungkap Bhima.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pemerintah Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT

Jelang Muktamar NU ke-35, Gubernur Banten Minta PWNU Jaga Kekompakan, Persiapan Arena Sudah 80 Persen

Uji Coba Gratis! Bus Listrik Canggih BRT Mebidang Resmi Mengaspal, Ini Rute Lengkapnya!

AS-Korsel Persingkat Latihan Militer Gabungan

Pecah Rekor! Pertama Kali dalam Sejarah, Paripurna HUT Jabar Digelar 'Outdoor' di Gedung Sate!

Guncang Nusa Dua! Anthony Susanto Tampil Perkasa, Kebal Kekalahan di UTR PTT 2026!

IAEA Temukan Berton-Ton Material Nuklir di Suriah

Bebas Pembajakan! Seniman dan Kreator Aceh Resmi Kantongi Hak Cipta Gratis dari Kemenkum

Bukan Sekadar Sampah! Langkah 'Cerdas' Pemkot Bima Sulap Botol Plastik Jadi Cuan

Russia dan Ukraina Saling Tukar Tawanan Perang

Bikin Las Vegas Gempar! Mobil Modifikasi Anak Bangsa 'BMW Passato' Siap 'Goyang' SEMA Show 2026!

El Nino Makin Ganas Bikin Suhu Dunia Makin Panas Mendidih

Pelajar Bogor Belajar Langsung Soal Sampah hingga Kemacetan Kota

Lewat GATF 2026, Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia Bidik Transaksi Travel Nasabah

Imigrasi Banda Aceh Perkuat Sinergi Layanan Data Keimigrasian Digital

Seoul Galakkan Konsep Kota Teduh untuk Manjakan Warga

Guncang Gunung Geulis! Pegolf Maroko Cetak Rekor Spektakuler di Indonesia Pro-Am 2026!

Gubernur Dedi Mulyadi Bongkar 'Resep' Unik Tekan Kriminalitas di Jabar: Bawang Putih Jawabannya!

Ketulusan Bangladesh Tampung Pengungsi Rohingya Malah Dibalas Cap Bengali oleh Myanmar

Pertemuan Menlu China Wang Yi dan Menlu Korsel Cho Hyun: Bahas Kerjasama Ekonomi dan Semenanjung Korea

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.