Subholding Pelindo Catat Arus Peti Kemas Tembus 5,3 Juta TEUs
Senin, 18 Jul 2022, 20:34 WIBJAKARTA - Arus peti kemas di lingkungan subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) pada semester I-2022 mencapai 5,3 juta TEUs. Perseroan mencatat jumlah arus peti kemas tumbuh 1 persen dibandingkan periode sama pada 2021.
Corporate Secretary SPTP, Widyaswendra mengungkapkan peningkatan arus peti kemas tersebut ditopang pertumbuhan arus peti kemas dalam negeri. Arus peti kemas dalam negeri tumbuh 1,32 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Sementara, arus peti kemas luar negeri terealisasi dengan jumlah yang sama dibandingkan dengan periode 2021. Arus peti kemas tersebut terdiri dari 1,67 juta TEUs peti kemas luar negeri dan 3,68 juta TUEs peti kemas dalam negeri dari 27 terminal peti kemas yang dikelola oleh SPTP.
"Arus peti kemas dalam negeri tumbuh cukup signifikan ada TPK Tenau Kupang dengan pertumbuhan arus sekitar 23,76 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu," kata Widyaswendra di Jakarta, Senin (18/7).
Dia juga merinci arus peti kemas luar negeri di lingkungan SPTP terdiri dari 811.364 TEUs peti kemas impor, 860.267 TUEs peti kemas ekspor dan 5.531 TEUs peti kemas transhipment. Untuk peti kemas dalam negeri terdiri dari 1,76 juta TEUs peti kemas bongkar, 1,76 juta TEUs muat, dan 146.816 TEUs peti kemas transhipment.
Lebih lanjut, Widyaswendra juga mengatakan saat ini PT Pelindo Terminal Petikemas masih terus melakukan upaya transformasi di sejumlah terminal peti kemas yang dikelola perusahaan.
Transformasi tersebut meliputi standardisasi dan digitalisasi bisnis proses, peningkatan kompetensi dan optimalisasi pekerja operasional, serta peningkatan kehandalan peralatan penunjang kegiatan terminal.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas yang akan berdampak pada efisiensi operasional terminal peti kemas.
Sementara itu, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyebut peningkatan arus peti kemas dalam negeri dipengaruhi sejumlah faktor salah satunya faktor ekonomi.
Menurutnya, perekonomian yang semakin membaik mendorong meningkatnya permintaan barang yang semakin meningkat. Terlebih, sebagian besar peti kemas dalam negeri berisi komoditas barang konsumsi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sementara itu akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau, Ady Muzwardi mendorong PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memaksimalkan keberadaan terminal peti kemas yang ada di wilayah Sumatra.
Ady menyebut hingga saat ini Pelindo belum sepenuhnya dapat memanfaatkan keberadaan selat malaka sebagai pendukung industri kepelabuhanan di Indonesia.
Pihaknya menilai, momentum merger Pelindo dapat digunakan untuk memaksimalkan pelabuhan di Sumatra untuk menjadi hub bagi peti kemas ekspor maupun impor.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pelindo Akan Perkuat Kapabilitas Komersial di Seluruh Layanan
-
Tragis! Korban Tewas di Gaza Tembus 65.000 Orang
-
Pemkot Padang Sinergi Lintas Sektor untuk Majukan Dakwah dan Dunia Pendidikan
-
Wisatawan Serbu Bandung. Al-Jabbar hingga Saung Angklung Udjo Jadi Destinasi Favorit
-
Segera Cair ADD Tahap Pertama untuk 122 Desa di Rejang Lebong
-
Pelindo Ajak Siswa Kelola Limbah Laut melalui Edukasi Ghost Net
-
Bus yang Ditumpangi Rombongan Haji Indonesia Terbakar, Mayoritas dari Sumbar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.