IMF Peringatkan Asia Hadapi Prospek Stagflasi

Rabu, 27 Apr 2022, 00:02 WIB

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan negara-negara di kawasan Asia menghadapi prospek "stagflasi" karena dipicu oleh perang di Ukraina setelah Russia menginvasi negara tersebut, melonjaknya harga-harga komoditas serta melambatnya ekonomi Tiongkok yang menciptakan ketidakpastian cukup signifikan.

Sebagai informasi, stagflasi dalam makroekonomi adalah periode ketika inflasi dan kontraksi terjadi secara bersamaan. Stagflasi ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi yang melemah dan angka pengangguran yang tinggi.

Ket. Foto: ANNE MARIE GULDE Penjabat Senior Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF - Pengetatan moneter akan dibutuhkan di sebagian besar negara, dengan kecepatan pengetatan tergantung pada perkembangan inflasi domestik dan tekanan eksternal. — Sumber: ISTIMEWA

Penjabat Senior Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF, Anne Marie Gulde Wolf, mengatakan meskipun sektor perdagangan dan keuangan di Asia hanya terpapar secara terbatas dari konflik Russia dan Ukraina, namun ekonomi di kawasan Asia akan terpengaruh oleh krisis melalui harga-harga komoditas yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat di mitra dagang Eropa.

Selain itu, dia mencatat inflasi di Asia juga mulai meningkat pada saat ekonomi Tiongkok melambat yang menambah tekanan pada pertumbuhan regional. "Oleh karena itu, kawasan menghadapi prospek stagflasi, dengan pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, dan inflasi lebih tinggi," kata Wolf dalam konferensi pers secara daring di Washington.

Hambatan pertumbuhan ekonomi, paparnya, datang pada saat ruang kebijakan untuk merespons terbatas. Pembuat kebijakan Asia, kata Wolf, akan menghadapi trade-off yang sulit dalam menanggapi perlambatan pertumbuhan dan kenaikan inflasi.

"Pengetatan moneter akan dibutuhkan di sebagian besar negara, dengan kecepatan pengetatan tergantung pada perkembangan inflasi domestik dan tekanan eksternal," katanya.

Kenaikan suku bunga kuat yang diperkirakan Federal Reserve AS juga menghadirkan tantangan bagi pembuat kebijakan Asia mengingat utang dalam mata uang dollar AS yang besar di kawasan itu.

Ada Ketidakpastian

Dalam perkiraan terbaru yang dikeluarkan bulan ini, IMF mengatakan mereka memperkirakan ekonomi Asia tumbuh 4,9 persen tahun ini atau turun 0,5 poin persentase dari proyeksi sebelumnya yang dibuat pada Januari.

Inflasi di Asia sekarang diperkirakan mencapai 3,4 persen pada 2022, satu poin persentase lebih tinggi dari perkiraan pada Januari.

Eskalasi lebih lanjut dalam perang di Ukraina, kemudian gelombang Covid-19 yang baru, lintasan kenaikan suku bunga Fed yang lebih cepat dari perkiraan dan penguncian yang berkepanjangan atau lebih luas di Tiongkok adalah beberapa risiko terhadap prospek pertumbuhan Asia.

"Ada ketidakpastian yang signifikan di sekitar perkiraan dasar kami," kata Wolf.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan faktor eksternal seperti kenaikan suku bunga dan harga minyak serta meningkatnya inflasi di negara lain harus diwaspadai.

"Ini akan berdampak terhadap melemahnya rupiah ke depan dan menimbulkan kegoncangan sektor riil yang menggunakan bahan baku impor," kata Suhartoko.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.