Inflasi Diperkirakan Mencapai 4 Persen pada 2023

Jumat, 22 Apr 2022, 00:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah memperkirakan kenaikan harga atau inflasi akan mencapai level 4 persen pada 2023 mendatang. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2022 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (21/4), mengatakan inflasi itu seiring dengan pemulihan ekonomi dan kenaikan harga pangan akibat krisis geopolitik.

Dia menjelaskan pemulihan ekonomi Indonesia saat ini terus berlanjut, namun masih terdapat dampak luka atau scarring effect dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan dunia usaha masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan kapasitas produksi kembali seperti sebelum pandemi.

Ket. Foto: SUAHASIL NAZARA Wakil Menteri Keuangan - Tetapi harus dijaga supaya tidak menjadi terlalu tinggi dan kemudian malah menjadi bumerang bagi pertumbuhan ekonomi kita. — Sumber: ISTIMEWA

Scaring effect itu menyebabkan peningkatan inflasi yang harus ditangani agar harga yang naik tidak terlalu tinggi, sehingga tidak menghambat pemulihan ekonomi.

"Tidak apa-apa, tetapi harus dijaga supaya tidak menjadi terlalu tinggi dan kemudian malah menjadi bumerang bagi pertumbuhan ekonomi kita," kata Suahasil.

Pada tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di rentang 5,3 sampai 5,9 persen. "Di tengah-tengah apa yang sedang kita waspadai dalam pemulihan ekonomi tersebut, tiba-tiba terjadi geopolitik Russia dan Ukraina," kata Suahasil.

Kondisi tersebut menyebabkan harga berbagai komoditas global pun naik signifikan, seperti gas alam, batu bara, minyak mentah, hingga minyak kelapa sawit (CPO) dan memiliki dampak ke dalam negeri.

Kenaikan harga CPO dunia pun justru meningkatkan harga minyak goreng di Indonesia sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjadi shock absorber. Pemerintah terpaksa kembali menganggarkan subsidi minyak goreng untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama segmen bawah.

Memang, selain di Indonesia, inflasi juga sudah meningkat bahkan lebih tinggi di Eropa, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris.

"Meski inflasi di Indonesia sudah meningkat dibandingkan dengan tahun 2020, kami bersyukur selama beberapa bulan terakhir indikator pembangunan kita masih sesuai jalur, seperti indeks belanja, PMI manufaktur, pertumbuhan konsumsi listrik, dan lain-lain," katanya.

Melalui Tantangan

Pengamat Ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, yang diminta tanggapannya mengatakan yang diharapkan masyarakat adalah kepemimpinan yang kuat untuk melalui tantangan dunia dalam ketidakpastian akibat perang Russia-Ukraina menyusul pandemi yang belum tentu berakhir.

Menurut Aditya, kalau inflasi naik tinggi, nilai riil upah akan turun yang berakibat daya beli akan turun. Kenaikan harga minyak goreng, misalnya, yang disusul dengan ditangkapnya pejabat dan pengusaha menunjukkan memang masih ada yang lemah dalam pengelolaan perdagangan pangan nasional.

"Ada yang ditangkap harus kita akui itu menunjukkan penegak hukum serius. Tapi, kita harap tidak terjadi lagi. Kan ada Badan Pangan Nasional, itu diaktifkan sehingga inflasi dari pangan bisa ditekan," kata Aditya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Di Karawang Terjadi 50 Kebakaran Terjadi Selama Dua Minggu ini

Perkuat Komitmen pada Asuransi Inklusif, AXA Mandiri Raih ESG Award 2026 by KEHATI

Menag Bertemu Dubes Mesir, Grand Syekh Al-Azhar Dipastikan Hadiri IGIC 2026.

Universitas Thailand Tawarkan Kuliah dan Beasiswa di Jakarta

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.