Mheibes, Permainan Tradisional Khas Ramadan di Irak

Rabu, 20 Apr 2022, 05:22 WIB

BAGHDAD - Untuk mempererat tali silaturahmi, sebuah permainan tradisional digelar di Irak setiap Ramadan. Tim-tim dari berbagai provinsi berkompetisi dalam permainan yang sudah eksis ratusan tahun ini.

Nama permainan itu mheibes, yang arti sederhananya adalah tebak posisi cincin. Digelar malam hari setelah salat tarawih, permainan ini pada intinya adalah menebak keberadaan cincin di tangan kelompok saingan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/SAFIN HAMED

Permainan dimulai dengan pemimpin salah satu tim secara hati-hati berusaha menyembunyikan cincin di tangan salah satu anggota timnya. Kemudian tim kedua mencoba menemukan cincin itu dengan menebak di tangan mana cincin itu diletakkan.

Setiap tim terdiri dari 21 pemain, yang berarti ada 42 tangan dalam tim untuk dipilih. Ketika sebuah tim mencetak 21 poin terlebih dahulu, tim itu dianggap sebagai pemenang.

Pertandingan mheibes dimulai di tingkat lokal, seperti tingkat rukun warga. Para pemenang selanjutnya dipertandingkan di tingkat kota atau desa, kemudian tingkat provinsi dan terakhir tingkat nasional.

Mouhamed Abdul Razak, seorang pemain, menceritakan sejarah permainan ini.

"Permainan mheibes adalah permainan tradisional, biasanya dimainkan di bulan Ramadan yang penuh berkah. Kami mempelajari permainan ini dari nenek moyang kami. Ini adalah permainan cinta, harmoni, dan kedamaian antara semua tim dan provinsi di Irak, antara Baghdad dan semua provinsi lain di Irak," ungkap dia.

Permainan mheibes membutuhkan keterampilan khusus dan bukan hanya sekadar menebak. Para pemain harus pandai membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Berbagai trik digelar tim lawan untuk mempersulit usaha menebak siapa yang memegangnya.

Jassim Al Aswad, seorang pemain mheibes, yakin, meski saat ini hanya populer di Irak, permainan itu kelak akan menyebar di Timur Tengah.

"Permainan mheibes adalah bagian dari warisan Irak. Permainan ini telah eksis selama ratusan tahun. Kami dulu memainkan ini di gang-gang, dan kemudian berkembang dan menjadi permainan paling terkenal di Irak. Mungkin akan meluas ke negara-negara Arab lainnya suatu hari nanti," papar dia.

Pada 2020, permainan itu dilarang karena merebaknya virus korona, tetapi tahun ini permainan itu kembali besar di Irak karena kondisi kesehatan masyarakat dan keamanan yang membaik.

Karena tujuan mheibes sekadar memperketat tali silaturahmi, penghargaan untuk pemenangnya bukanah barang mewah atau uang. Yang meraih gelar juara biasanya hanya mendapat baki besar berisi baklava, kue manis cemilan khas Timur Tengah. VoA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.