Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eksperimen Gravitasi, Tiongkok Berencana Lakukan Penelitian untuk Menciptakan Bulan Buatan di Kutub Selatan Tahun 2029 Mendatang

📅 Minggu, 27 Feb 2022, 15:30 WIB | Oleh:
Eksperimen Gravitasi, Tiongkok Berencana Lakukan Penelitian untuk Menciptakan Bulan Buatan di Kutub Selatan Tahun 2029 Mendatang Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi Bulan Buatan 2

Setelah menciptkana matahari buatan, Tiongkok berencana membangun bulan artifisial atau bulan buatan. Bahkan, Negeri Tirai Bambu ini juga menyatakan akan melakukan penelitian bulan buatan di Kutub Selatan pada tahun 2029 mendatang.

Ilmuwan Tiongkok mengungkapkan, bulan buatan tersebut merupakan fasilitas penelitian yang akan memungkinkan mereka untuk menyimulasikan lingkungan gravitasi rendah menggunakan magnet.

Seperti diketahui,sebelum menciptakan bulan buatan, Tiongkok telah berhasil menyalakan matahari buatan pada Desember 2020 lalu untuk kali pertama. Reaktor fusi nuklir ini mereplikasi reaksi alami yang terjadi di matahari.

Selain itu, matahari buatan ini menggunakan hidrogen dan gas deuterium sebagai bahan bakar. Matahari bernama HL-2M Tokamak itu merupakan perangkat nuklir fusi eksperimental terbesar dan paling canggih untuk menyediakan energi dalam jumlah tak terbatas.

Dilansir dari Live Science, Jumat (25/2), fasilitas yang dijadwalkan diresmikan tahun ini akan menggunakan medan magnet yang kuat di dalam ruang kedap udara berdiameter dua kaki atau setara 60 sentimeter untuk membuat gravitasi hilang.

Seorang insinyur geoteknik di China University of Mining and Technology, Li Ruilin menyatakan, nantinya ruangan tersebut diisi dengan batu dan debu. Ini bertujuan untuk menirukan permukaan bulan asli.

Ruang itu juga bisa mempertahankan kondisi gravitasi rendah selama yang Anda inginkan. Para ilmuwan berencana menggunakan fasilitas tersebut untuk menguji teknologi di lingkungan gravitasi rendah yang berkepanjangan sebelum dikirim ke bulan, yang mana gravitasi hanya seperenam dari kekuatannya di Bumi.

Adanya pengujian tersebut, para peneliti membuka peluang untuk mengatasi masalah teknis yang mahal, serta menguji apakah struktur tertentu akan bertahan di permukaan bulan. Selain itu, peneliti juga dapat menilai kelayakan permukiman manusia di bulan.

"Beberapa eksperimen seperti uji dampak hanya perlu beberapa detik (di simulator). Tapi, yang lain seperti pengujian Creep yang mengukur seberapa banyak material akan berubah bentuk di bawah suhu dan tekanan konstan," kata Li.

Tes tersebut juga akan digunakan memberikan informasi untuk program eksplorasi Tiongkok di bulan yang berjalan.

Adapun penelitian atau tes tersebut, di antaranya adalah misi Chang'e 4 yang mendaratkan wahana penjelajah di sisi jauh bulan pada 2019. Selain itu, ada Chang'e 5 yang mengambil sampel batuan dari permukaan bulan pada 2020.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.