Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI dan Sri Lanka Jajaki Potensi Kerja Sama Riset Lontar

📅 Sabtu, 29 Jan 2022, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI dan Sri Lanka Jajaki Potensi Kerja Sama Riset Lontar Doc: ANTARA/HO-KBRI Kolombo
Ket. Suasana kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing dengan ke Palmyrah Research Center Sri Lanka (PRI).

Jakarta - Kedutaan Besar RI di Kolombo menjajaki potensi kerja sama riset pohon lontar melalui pertemuan Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing dengan pengelola pusat riset lontar di Sri Lanka.

Dalam keterangan tertulis KBRI Kolombo yang diterima di Jakarta, dikatakan bahwa Dubes RI telah melakukan diskusi dengan pengelola Palmyrah Research Center Sri Lanka (PRI), Srivijenindran, dan mendiskusikan kemungkinan kerja sama dengan Pusat Penelitian Palma di bahwa Kementerian Pertanian Indonesia.

Skema kerja sama dapat dilakukan di berbagai bidang termasuk riset serta pengembangan produk dan saling tukar keahlian.

"Kerja sama juga dapat dilakukan dengan pemangku kepentingan Indonesia lainnya, seperti asosiasi petani kecil, pusat penelitian universitas, dan institusi pemerintah lainnya," demikian KBRI Kolombo.

Pihak KBRI meyakini bahwa lontar memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi dan mengatakan bahwa sejumlah penelitian tentang lontar sebagai bahan baku bioethanol telah menunjukkan hal tersebut.

Tanaman itu juga tumbuh secara luas di Indonesia, terutama di wilayah timur Tanah Air, dan menjadi simbol daerah di Jeneponto dan Nusa Tenggara.

Adapun Sri Lanka, kerja sama PRI dan Palmyrah Development Board, telah mampu mengembangkan hingga 50 jenis produk yang berasal dari pohon lontar. PRI sendiri merupakan satu-satunya pusat penelitian terkait lontar dan produk-produk turunannya di Asia Selatan.

Hingga September 2021, Sri Lanka telah mampu melakukan ekspor terhadap produk lontar dan turunannya hingga senilai 12,5 juta dolar AS (Rp180 miliar), menurut KBRI Kolombo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.