Gempar! Ternyata 3 Gunung Di Indonesia Berstatus Siaga Ini Lebih Berbahaya dari Semeru

Selasa, 07 Des 2021, 11:20 WIB

Badan Geologi Kementerian ESDM telah merilis laporan kebencanaan terkini. Berdasarkan rilis Kementerian ESDM, tercatat status Gunung Merapi, Ili Lewotolok, Sinabung lebih berbahaya dari Semeru.

Dalam laporan tersebut, status Merapi, Lewotolok, Sinabung masuk dalam kategori Level III atau Siaga. Sementara itu untuk Ile Werung, Sirung, Kaeangetang, Semeru, Anak Krakatau, Dukono, Ibu, Gamalama, Kerinci, Bromo, dan Soputan masuk dalam Level II atau Waspada.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Diketahui, kini visual Gunung Merapi tampak jelas hingga berkabut, namun untuk asap kawah tidak teramati.

Berdasarkan laporan, aktivitas gempa tercatat 1 kali gempa hembusan, 167 kali gempa guguran, 2 kali gempa fase banyak, serta terdapat 2 kali gempa tektonik jatuh.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun pada radius 3 km dari puncak, sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi," tulis keterangan rekomendasi untuk kondisi Gunung Merapi, Senin (6/12).

Sementar itu, untuk Gunung Ili Lewotolok, tampak visual asap putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 100-800 meter dari puncak disertai adanya letusan dan lontaran material pijar dan suara gemuruh lemah.

"Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok," tulis keterangan rekomendasi untuk Gunung Ili Lewotolok.

Kemudian, Gunung Sinabung terpantau visual asap putih dengan tinggi intensitas tebal sekitar 100-200 meter dari puncak. Aktivitas gempa berkaitan dengan aktivitas pertumbuhan kubah lava dan tektonik dengan 3 kali gempa hybrid/fase Banyak dan 4 kali gempa tektonik jauh.

"Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara dan barat," tulis keterangan rekomendasi untuk Gunung Sinabung.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Sindi B Natalia Panjaitan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.