Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berterima Kasih, Telah Rasakan Kesetaraan

📅 Sabtu, 11 Sep 2021, 08:55 WIB | Oleh:
Berterima Kasih, Telah Rasakan Kesetaraan Doc: istimewa

Leani Ratri Oktila mengharumkan nama Indonesia di Paralimpiade 2020. Dia sukses meraih dua medali emas dan satu medali perak dalam ajang multievent atlet difabel yang digelar di Tokyo, Jepang , pada 24 Agustus hingga 5 September lalu.

Medali emas pertama berhasil diraih Leani bersama dengan pasangannya, Sadiyah Khalimatus, dalam ganda putri bulu tangkis SL4. Leani kemudian tampil kembali di partai tunggal putri dan harus puas dengan medali perak. Namun di nomor ganda campuran bersama Hary Susanto, Leani sukses mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia di Paralimpiade 2020. Bagaimana kisahnya sebagai atlet difabel dan apa saja harapan Leani, berikut petikan wawancara wartawan Koran Jakarta, Beni Mudesta, dengan Leani dalam beberapa kesempatan.

Selamat untuk kesuksesan di Paralimpiade Tokyo 2020. Apakah hasil yang dicapai memuaskan?

Terima kasih. Sebenarnya target pribadi saya masih kurang. Target tiga emas. Tapi hasil ini, saya sudah sangat bersyukur. Di masa pemerintah sekarang ini, semua teman-teman pelatnas semangat, kita sudah disetarakan dan tidak dibedakan. Sebelumnya, jujur saya sempat iri, dan kali ini sangat terima kasih kepada pemerintah. Semoga kami bisa menginspirasi bagi masyarakat.

Kemenpora dan NPC sangat berperan penting dalam kesuksesan kami. Kemudian, di lapangan, pasangan saya juga sangat mengerti. Terima kasih pemerintah. Selama menjadi atlet, saya benar-benar merasakan kali ini kesetaraan atlet Paralimpiade dan Olimpide. Karena itu, kami semua sangat bersemangat.

Saya mencoba menampilkan yang terbaik. Ke depan belum berpikir soal target, saya hanya ingin istirahat sejenak. Usai menang, saya ditelepon Pak Jokowi. Saya mengucapkan terima kasih karena sangat peduli kepada kami (atlet disabilitas). Dan selama pemerintahan Pak Jokowi, atlet difabel merasa disetarakan.

Berbicara tentang bulu tangkis, bagaimana awal karier Anda?

Saya berawal dari latihan di desa, di Kabupaten Kampar, Riau, sejak umur tujuh tahun. Sejak SD-SMP, saya bergabung di klub Angkasa badminton. Jadi yang paling berjuang itu orang tua saya. Kami tetap bisa latihan di lapangan terbuka yang hanya sendiri. Gimana Papa saya itu nyari kok-kok bekas di GOR-GOR untuk kami bisa latihan.

Bagaimana awal karier menjadi seorang atlet para-badminton?

Dahulu, saya mengawalinya menjadi atlet normal pada umumnya. Pada suatu ketika, ada musibah menimpa saya sehingga lutut saya tidak bisa normal seperti sediakala, dan di saat waktu yang tepat, saya ditawarin oleh National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Riau untuk mengikuti turnamen antarprovinsi dan akhirnya debut saya Peparnas 2012 untuk pertama kalinya. Awalnya juga orang tua tidak mengizinkan, tapi namanya juga tekad untuk ingin berprestasi, pokoknya nekat aja sampai sekarang ini.

Boleh tahu cerita detilnya?

Tahun 2010, saya mengalami kecelakaan ditabrak mobil tentara, terseret di aspal patah kaki kiri dan tangan kanan. Awalnya kaki saya berbeda 1,5 cm, karena saya berjalan terus lama-lama semakin panjang perbedaannya, terakhir diukur sudah 11 cm. Selama tiga bulan, saya hanya bisa tidur dan duduk karena tangan juga patah dan gips. Selama tiga bulan itu, saya memang hanya di kasur, tidak ke mana-mana. Pas ketika kecelakaan itu, saya merasakan ini rasanya istirahat, karena saya tidak pernah istirahat di rumah waktu itu.

Pertama kali apa yang dirasakan ketika kembali menjadi atlet, tapi atlet difable?

Terharu dan sedih. Penolakan dari keluarga juga ada, "Ratri nggak main lagi kata Bapak, itu raketnya sudah saya gantung, biar saja dia istirahat, fokus kuliah". Waktu itu saya bohong lagi, saya bilang ke Bapak saya akan kuliah, tapi datang ke gedung itu dan ikut bertanding.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
KPK Ungkap Skor Integritas ...
Nasional
Mentan: Nilai Tukar Petani ...
Nasional
Bapanas Jamin Pasokan Beras...
Advertisement
Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.