Filipina Kembali Protes Tiongkok

Senin, 30 Agu 2021, 05:53 WIB

MANILA - Pemerintah Filipina telah melayangkan nota protes diplomatik ke Tiongkok setelah ada laporan terjadinya insiden penembakan peluru suar peringatan ke arah pesawat pengintai Filipina yang terbang di atas perairan sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS) pada Juni lalu.

Informasi ini disampaikan oleh penasihat keamanan nasional Filipina pada Jumat (27/8) lalu setelah mendapat laporan dari sebuah unit militer Filipina yang ditempatkan di Kepulauan Spratly yang mengatakan bahwa peluru suar peringatan ditembakkan dari pos-pos Tiongkok yang ada di pulau-pulau kecil di Union Banks untuk menangkal pesawat Angkatan Udara Filipina yang berpatroli di langit di atas wilayah itu pada pertengahan hingga akhir Juni.

Ket. Foto: Pantau Kapal Tiongkok l Petugas penjaga pantai Filipina sedang memamtau kapal-kapal Tiongkok yang berkumpul di Sabina Shoal, LTS pada Mei lalu. Pada Jumat (27/8) lalu, penasihat keamanan nasional Filipina melaporkan telah terjadi insiden penembakan dengan peluru suar terhadap pesawat pengintai Filipina yang terbang di atas Kepulauan Spratly, LTS. — Sumber: AFP/Philippine Coastguard

"Setelah ada laporan insiden itu, kami segera melayangkan protes diplomatik," ucap Penasihat Keamanan Nasional Hermogenes Esperon Jr, dalam jumpa pers virtual pada Sabtu (28/8), saat menanggapi pertanyaan tentang penggunaan peluru suar oleh Tiongkok di wilayah perairan sengketa. "Kami memprotes atas terjadinya insiden itu karena melanggar kedaulatan dan hak berdaulat kami," imbuh Esperon.

Saat ini Esperon memimpin satuan tugas yang memantau perairan yang disebut Manila sebagai Laut Filipina Barat yang adalah wilayah zona ekonomi eksklusif Filipina serta wilayah lain yang diklaim Filipina di LTS.

Berdasarkan laporan internal Komando Militer Wilayah Barat Filipina, Tiongkok telah melepaskan lima tembakan suar peringatan antara 16 Juni dan 22 Juni saat pesawat militer Filipina melintasi wilayah maritimnya.

"Tiongkok telah menggunakan peluru suar peringatan untuk menghalau pesawat pengintaian kami," ucap Komandan Militer Wilayah Barat Filipina, Letnan Kolonel Bill Pasia, seperti dilansir Philippine Inquirer.

Tingkatkan Patroli

Insiden penembakan peluru suar terjadi saat Filipina meningkatkan patroli di perairan zona ekonomi eksklusif di tengah laporan bahwa kapal-kapal Tiongkok berkerumun di perairan yang diklaim Filipina di LTS.

Awal tahun ini, Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan akan mengajukan protes diplomatik setiap hari terhadap Beijing atas kehadiran kapal-kapal Tiongkok di wilayah ZEE Filipina.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina itu dilontarkan saat memanasnya pertikaian diplomatik antara kedua pemerintah yang dimulai pada Maret. Saat itu militer Filipina melaporkan kehadiran lebih dari 200 kapal penangkap ikan Tiongkok yang diduga diawaki oleh anggota milisi.

Saat ini Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS termasuk perairan di dalam zona ekonomi eksklusif Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan. Pada 2016, Mahkamah Arbitrase Internasional di Den Haag menolak klaim Beijing atas wilayah LTS dan pengadilan internasional itu memutuskan mendukung Filipina dalam gugatan yang diajukan oleh Manila terhadap Beijing.

Tiongkok sendiri telah mengabaikan keputusan tersebut dan melanjutkan ekspansi militernya di LTS yang kaya sumber daya itu.

Pada Januari lalu, Beijing bahkan mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan penjaga pantainya menembaki kapal-kapal yang mengganggu perairan yang diklaim Tiongkok.BenarNews/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.