Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Terusir Akibat Pembangunan Hotel dan Apartemen di Sleman, Simak Riset Mahasiswa UGM

📅 Jumat, 20 Agu 2021, 17:26 WIB | Oleh:
Warga Terusir Akibat Pembangunan Hotel dan Apartemen di Sleman, Simak Riset Mahasiswa UGM Doc: Istimewa
Ket. Apartemen dan kost eksklusif di Sleman, DIY.

YOGYAKARTA - Pembangunan hotel, apartemen, maupun fasilitas komersial semakin marak di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman membuat warga setempat terusir secara fisik maupun sosial.

Demikian salah satu simpulan riset mahasiswas UGM terkait fenomena gentrifikasi (alih fungsi lahan) dari sudut pandang korban displacement di Kabupaten Sleman, khususnya di Padukuhan Karangwuni, Kecamatan Depok.

Anggota tim riset tersebut adalah Zahra Auliani Fauziatunnisa dan Akhmad Khanif (Fakultas Ilmu Budaya) serta Benyamin (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) yang juga melibatkan pakar gentrifikasi yaitu Hardian Wahyu Widianto dan Yeremias Torontuan Keban.

Data BPS 2020 menyebutkan terjadi kenaikan pembangunan hotel secara signifkan di Kabupaten Sleman, di mana pada tahun 2015 hanya terdapat 26 hotel berbintang dan 363 hoten non-bintang, naik secara drastis menjadi 65 hotel berbintang dan 715 hotel non bintang.

Pembangunan yang massif di Kabupaten Sleman ini menyebabkan terjadinya fenomena gentrifikasi, yaitu perubahan alih fungsi lahan.

Dari riset mereka, Zahra dan tim menemukan bahwa fenomena keterusiran tidak hanya terjadi sebatas fisik saja, dimana warga terpaksa pindah karena tanahnya digunakan untuk pembangunan, namun juga sekaligus keterusiaran secara sosial, yaitu hilangnya keterikatan masyarakat dengan daerahnya akibat perubahan sosial budaya pasca pembangunan.

Selain itu, pembangunan apartemen di daerah ini juga turut menyumbangkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Krisis air, polusi suara, dan bahkan konflik sosial perpecahan antara masyarakat karangwuni pun juga sempat terjadi pada saat pembangunan Apartemen.

"Di sisi lain, pembangunan kost eksklusif untuk mahasiswa secara masif di daerah karangwuni juga menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya, diantaranya yaitu lunturnya kebersamaan antar warga, berkurangnya secara drastis acara maupun pagelaran tradisional sebagai ajang silaturahmi antar warga," kata Zahra, dikutip dari rilis pers Humas UGM, Jumat (20/8).

Selain itu, kenaikan harga tanah yang begitu tinggi, diimbangi dengan prospek bisnis kost mahasiswa yang cenderung menguntungkan juga mendorong warga untuk menjual rumahnya di karangwuni untuk kemudian dijadikan usaha kost mahasiswa.

"Hal ini menyebabkan berukurangnya secara drastis warga asli Karangwuni yang masih bertahan dan bertempat tinggal di sana," kata Zahra.

Zahra mengungkapkan, kurangnya perhatian pada aspek manusia dan kehidupan sosial masyarakat di dalam kebijakan pembangunan, membuat kajian kritis tentang gentrifikasi perlu dilakukan.

Dukungan pemerintah dan media komersial pada proses gentrifikasi membuat konflik sosial ini sering diabaikan dan hanya dianggap sebagai permasalahan sementara. Padahal perlu untuk mengkaji masyarakat yang menjadi korban keterusiran akibat dari proses ini, karena kerugian jangka panjang secara aterial dan sosial yang mereka alami.

Gentrifikasi akan terus terjadi dan permasalahan sosial yang mengikuti juga berpotensi untuk terus terulang seiring dengan ekspansi perkotaan yang semakin masif di masa mendatang.

Dengan demikian, tidak hanya kota besar yang perlu mempersiapkan strategi solutif terhadap permasalahan sosial akibat gentrifikasi, tetapi juga kawasan peri-urban perlu mempersiapkan perencanaan pembangunan yang tetap memperhatikan kehidupan sosial di dalamnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.