Menanti Rapat The Fed
Selasa, 27 Jul 2021, 09:24 WIBJakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat pada hari pertama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa Bali. Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen dari akhir pekan lalu menjadi 14.483 rupiah per dollar AS.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin di Jakarta, Senin (26/7), mengatakan rupiah menjadi salah satu dari beberapa negara di Asia yang mengalami penguatan terhadap dollar AS.
"Penguatan rupiah tidak lepas faktor eksternal, di mana minimnya katalis dalam negeri tidak banyak memberi pengaruh besar. Perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus mendapat reaksi beragam banyak kalangan pasar," ujar Nanang.
Menurut Nanang, investor terlihat mencermati dan selektif menentukan posisi mereka sembari melihat perkembangan terbaru mengenai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu, lanjutnya, rapat kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), pekan ini hampir dipastikan tidak banyak berubah dalam hal penetapan suku bunga acuan.
The Fed yang akan melakukan rapat kebijakan pekan ini akan dinanti pasar perihal pandangannya ke depan. The Fed diwanti-wanti agar tidak menjadi bank sentral yang telat melakukan pengetatan. Beberapa bank sentral utama lainnya dalam waktu dekat siap melakukan tapering sebagai langkah awalnya, seperti Selandia Baru dan Kanada.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
WALHI Gorontalo Dampingi Warga Bonepantai yang Menolak Tambang PT CBM.
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
-
Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen demi Kejar Kemandirian Fiskal
-
Asian Games 2026 Resmi Dibuka, Perhelatan Olahraga Asia Dimulai
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
-
Sumaya Sumbang Perak Pertama bagi Kontingen Merah Putih
-
Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026 Capai 53 Persen, Targetkan Dampak Ekonomi Rp5 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.