Anggota TNI Ini Ajari Anak-anak di Papua soal Prokes
Sabtu, 10 Jul 2021, 07:20 WIBSejumlah prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG) Yonif Mekanis 512/QY mengajarkan anak-anak berkreasi menuangkan ide apa yang ada di dalam pikiran ke sebuah bentuk gambar. Anak-anak tinggal di perbatasan Kampung Pund, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.
"Mereja juga mengajarkan ketaatan protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah virus korona," kata Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY, Letkol Inf Taufik Hidayat dalam keterangan diterima, Jumat (9/7).
Taufik mengungkapkan masa kecil anak-anak adalah masa yang perlu mendapat perhatian khusus dari lingkungan sekitar, di mana kehidupan anak-anak merupakan masa yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
"Dengan mengajari berkreasi anak-anak sejak dini akan membentuk karakter yang kreatif sehingga nantinya dapat memunculkan ide-ide positif yang berguna bagi kemajuan kampung mereka," ungkap Dansatgas Letkol Taufik.
Wajib Diterapkan
Taufik menegaskan selama masa pandemi belum berakhir maka protokol kesehatan wajib diterapkan terutama pada anak-anak.
"Kita tidak boleh lengah dengan kondisi seperti sekarang ini, dalam situasi pandemi Covid-19 kita semua wajib selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," imbuhnya.
Secara khusus Komandan Kipan B Lettu Inf Nugraha Khofa mengajak anak-anak untuk bercerita tentang keluarga, kemudian membuat sebuah kreasi dengan menggambarkan keluarga.
"Saya juga mengajak anak-anak untuk mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan mengajarkan cara mencuci tangan dengan benar, setelah mengajak anak-anak untuk berkreasi kami mengajak anak-anak untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah," ucapnya.
Diakuinya, cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini adalah dimulai dari diri masing-masing. Untuk itulah dia mengajak sebagian anak-anak yang datang ke pos untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari pemerintah.
Berita Terkait:
-
OIKN Perkuat Patroli Udara Cegah Karhutla Meluas
-
Pemkot Tangerang Selatan Gencarkan Uji Emisi Gas Buang Kendaraan
-
Bandara SMB II: Sebanyak 18 Penerbangan Batal akibat Erupsi Krakatau
-
Letusan Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, KAI Daop 8 Kembali Tambah Kereta Eksekutif dan Ekonomi New Generation untuk Perjalanan Surabaya-Jakarta
-
BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Waspadai Peningkatan Kebakaran di Musim Kemarau
-
Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar
-
Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Bergerak Mendatar, Pasar Cermati Sentimen Global dan Domestik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.