Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Cumi-cumi Diterbangkan ke Luar Angkasa untuk Penelitian

📅 Rabu, 23 Jun 2021, 00:00 WIB | Oleh:
Puluhan Cumi-cumi Diterbangkan ke Luar Angkasa untuk Penelitian Doc: ISTIMEWA
Ket. Kantor NASA, Washington DC, Amerika Serikat

HONOLULU - Puluhan bayi cumi-cumi dari Hawaii telah berada di luar angkasa untuk kepentingan penelitian. Bayi cumi-cumi dari jenis bobtail Hawaii dibesarkan di Laboratorium Kewalo Kewalo, Universitas Hawaii, dan awal bulan ini diluncurkan ke luar angkasa lewat misi pasokan SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Honolulu Star-Advertiser pada Senin (21/6) melaporkan, peneliti yang menyelesaikan gelar doktornya di University of Hawaii, Jamie Foster, tengah mempelajari bagaimana penerbangan luar angkasa mempengaruhi cumi-cumi, dengan tujuan mencari cara dalam meningkatkan kesehatan manusia selama misi luar angkasa yang panjang.

Cumi-cumi diketahui memiliki hubungan simbiosis dengan bakteri alami yang membantu mengatur bioluminesensi mereka. Menurut peneliti daru Universitas Hawaii, Margaret McFall-Ngai, yang mengajar Foster pada 1990-an, saat astronot berada dalam gravitasi rendah, hubungan tubuh mereka dengan mikroba berubah.

"Kami telah menemukan bahwa simbiosis manusia dengan mikrobanya terganggu dalam gayaberat mikro, dan Jamie telah menunjukkan hal itu pada cumi-cumi. Dan, karena ini adalah sistem yang sederhana, dia bisa mengetahui apa yang salah," tutur McFall-Ngai.

Pengaruh Gaya Berat

Foster sekarang menjadi profesor di Florida dan peneliti utama untuk program Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang meneliti bagaimana gaya berat mikro mempengaruhi interaksi antara hewan dan mikroba.

"Ketika astronot menghabiskan lebih banyak waktu di luar angkasa, sistem kekebalan mereka menjadi apa yang disebut disregulasi. Itu tidak berfungsi dengan baik," kata Foster.

"Sistem kekebalan mereka tidak mudah mengenali bakteri. Kadang-kadang mereka sakit," ujarnya.

Foster mengatakan, memahami apa yang terjadi pada cumi-cumi di luar angkasa dapat membantu memecahkan masalah kesehatan yang dihadapi astronot. "Ada aspek sistem kekebalan yang tidak bekerja dengan baik di bawah penerbangan luar angkasa jangka panjang," katanya.

"Jika manusia ingin menghabiskan waktu di bulan atau Mars, kita harus menyelesaikan masalah kesehatan untuk membawa mereka ke sana dengan aman," terangnya.

Laboratorium Kewalo Marine membiakkan cumi-cumi untuk proyek penelitian di seluruh dunia. Hewan-hewan kecil ini berlimpah di perairan Hawaii dan saat dewasa mencapai panjangnya sekitar 7,6 centimeter. Cumi-cumi dijadwalkan akan dibawa kembali ke Bumi Juli. n SB/cna/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.