Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Putri RI Raih Penghargaan Riset Post-Doktoral di Inggris

📅 Kamis, 27 Mei 2021, 13:39 WIB | Oleh:
Peneliti Putri RI Raih Penghargaan Riset Post-Doktoral di Inggris Doc: Dok KBRI London
Ket. Dr. Susanti  

NOTTINGHAM - Peneliti putri asal Indonesia, Dr. Susanti, raih penghargaan dalam ajang tahunan 'University of Nottingham Tri-Campus Awards for Postgraduate and Postdoctoral Research 2021' di Nottingham, Inggris, pada Selasa (25/5) lalu.

Penghargaan yang diberikan kepada Susanti adalah untuk kategori 'Postdoctoral Research Award for Outstanding Contribution to the Research Community' (Penghargaan Riset Post Doktoral untuk Kontribusi Luar Biasa bagi Komunitas Riset).

"Kategori ini diberikan untuk staf peneliti muda di University of Nottingham yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa pada komunitas riset baik di dalam maupun di luar lingkungan universitas," kata Susanti yang baru saja menyelesaikan studi S3 dan menjadi postdoctoral research fellow di School of Medicine, University of Nottingham, Inggris.

Duta Besar RI di London, Desra Percaya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh Dr. Susanti.

"Penghargaan ini merupakan wujud pengakuan atas kontribusi luar biasa di bidang komunitas riset dari salah satu putri ilmuwan terbaik Indonesia yang berkiprah di Inggris," ucap Dubes Desra seperti dikutip dari laman kemlu.go.id pada Kamis (27/5).

Dubes ?Desra mengungkapkan harapan agar prestasi ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mendorong kemajuan kerja sama riset Indonesia-Inggris. Desra juga mengharapkan jejak Dr. Susanti akan terus diikuti oleh para diaspora ilmuwan Indonesia lainnya.

Kontribusi Susanti dalam bidang riset diawali lewat inisiasi NICCRAT (Nottingham-Indonesia Collaboration for Clinical Research and Training/ Kolaborasi Nottingham-Indonesia bagi Riset dan Pelatihan Klinik) pada 2019 bersama dengan pembimbingnya Prof. Mohammad Ilyas.

NICCRAT didirikan untuk membina kemitraan antara University of Nottingham dan beberapa ilmuwan Indonesia dan institusi akademik serta penelitian di bidang ilmu kesehatan dan klinis.

Saat ini terdapat beberapa kelompok penelitian di lingkungan Faculty of Medicine and Health Science di University of Nottingham yang berpartisipasi dalam NICCRAT. Mereka bekerja sama dengan beberapa institusi di Indonesia, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan tenaga medis sekolah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas YARSI, Universitas Riau, dan jaringan Universitas Muhammadiyah.

Mengadopsi ABGC (Akademik, Bisnis, Pemerintah dan Komunitas), konsep kolaborasi NICCRAT juga mengikutsertakan partisipasi pemangku kepentingan lainnya seperti Kanker Indonesia Asosiasi (organisasi nirlaba), Bio Farma (bioteknologi milik negara perusahaan), dan pembuat kebijakan termasuk di tanah air seperti Kemendikbud, Kemenristek dan KBRI London.

Susanti saat ini juga sedang menggalang konsorsium NICCRAT untuk mendirikan startup PathGen Diagnostik Teknologi yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan platform diagnostik molekuler berbiaya rendah di Indonesia dan negara berkembang lainnya.

PathGen saat ini berfokus pada komersialisasi kit diagnostik kanker kolorektal dengan memanfaatkan sebagian lisensi kekayaaan intelektual dari University of Nottingham yang diciptakan oleh Susanti selama penelitian doktoralnya.

"Platform ini sedang diinkubasi ke LIPI," tambah Susanti.?

?Baru-baru ini PathGen menjadi salah satu dari 3 startup teratas yang akan mewakili Indonesia dalam forum dan kompetisi startup inovasi sosial terbesar di dunia, Extreme Tech Challenge, yang akan diadakan secara online pada 22 Juli 2021 di California, USA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.