Lewat Surat Wasiat Grafolog Deborah Dewi Membongkar Motif Aksi Terorisme

Jumat, 02 Apr 2021, 11:30 WIB

Pakar Grafologi Deborah Dewi turut menganalisa surat wasiat yang ditinggalkan oleh para pelaku terduga teroris.

"Surat wasiat yang ditulis oleh para pelaku Terorisme merupakan salah satu peninggalan yang dapat "berbicara" kepada kita semua meskipun mereka telah meninggal paska melakukan aksinya." kata Deborah

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dari dua kejadian aksi teror yang sedang terjadi para pelaku sama-sama meninggalkan surat wasiat.

Deborah menilai meskipun gaya tulisan dan pola tulisan tangan keduanya berbeda tapi keduanya memiliki beberapa indikator yang secara grafis berbeda namun interpretasinya sama.

"Jika semua indikator grafis tersebut dikumpulkan menjadi satu dan dianalisis secara komprehensif maka akan terdapat perbedaan signifikan dari segi karakter pelaku maupun pemicu internal yang mendorong bersangkutan rela melakukan aksinya." ucap Deborah kepada Koran Jakarta, Kamis (1/4/2021).

"Beberapa pola indikator grafis yang berbeda namun mengacu pada satu benang merah interpretasi umum yang menjadi pemicu internal di antara karakter keduanya yaitu rasa cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat mereka merasa tidak aman (insecurity)." tambahnya

Menariknya, hasil analisis Deborah menunjukkan semua indikator grafis yang dikumpulkan secara komprehensif, dapat dianalogikan sederhana seperti asimilasi spektrum warna.

Melihat apa yang sudah ditulisnya, Deborah beranggapan walaupun para terduga teroris memberikan alasan dibalik mereka melakukan "jihad" tetapi mereka tidak menunjukkan dorongan yang kuat.

"Meskipun secara verbal mereka memberikan alasan yang berbau spiritual namun indikator grafis di dalam sampel tulisan tangan keduanya justru tidak menunjukkan dorongan spiritual yang kuat untuk mengeksekusi "jihad"." ujar Deborah

Berbicara mengenai kepribadian yang dianalisis melalui tulisan tangan tersebut, Deborah mengatakan surat wasiat yang ditulis Zakiah dan Lukman yang menjadi pemicu utama adalah kemarahan.

"Untuk Zakiah, dorongan yang utama adalah kemarahan atas status sosial (non material) yang melekat pada dirinya" ucap Deborah

"Sedangkan Lukman dorongan yang utama adalah kemarahan dan ketakutan dalam menghadapi masa depan di kehidupannya yang akan sangat berdampak pada Sang Ibu." lanjutnya

Pakar Grafologi tersebut mengatakan karena kematangan emosional dan intelektual yang lemah di antara kedua pelaku menjadikan celah keberhasilan perekrutan eksekutor teroris semakin besar.

Deborah menambahkan proses seseorang bisa menjadi eksekutor teroris tidak berlangsung instan. Tentu proses ini bisa di gagalkan. Solusi awal adalah tingkatkan pemahaman tentang diri sendiri dan orang-orang yang Anda kasihi untuk menghindari paparan radikalisme yang menyesatkan.

"Beberapa indikator grafis yang terdapat pada sampel tulisan tangan eksekutor terorisme bukan tidak mungkin terdapat pada diri kita sendiri atau keluarga kita suatu hari nanti ketika fase kehidupan sedang tidak baik-baik saja," ucap Deborah

"Namun yang terpenting adalah kita menyadari bahwa rasa tidak aman, cemas, kurang percaya diri semuanya itu normal dan bisa diatasi dengan intervensi perilaku yang tepat." ujarnya

Deborah mengatakan untuk menjaga keluarga dan diri sendiri harus memiliki kesadaran diri yang baik tentang kondisi mental dan emosional diri sendiri.

"Jika kita menyadari kondisi diri sendiri yang sedang diliputi kecemasan misalnya, pergilah mencari solusi yang tepat (yaitu yang membangun). Hindari jebakan solusi rasa aman palsu, sementara yang menjanjikan sendiri tidak melakukannya." tutupnya

Redaktur: FBC

Penulis: Aris N

Berita Terbaru

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.