Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset : Bisnis Perdagangan Independen Modern Tetap Bertumbuh

📅 Selasa, 09 Mar 2021, 06:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset : Bisnis Perdagangan Independen Modern Tetap Bertumbuh Doc: Antara
Ket. Pasar ritael lokal dan nasional di Indonesia tidak seluruhnya terpengaruh pandemi

Jakarta, - Eyos (Emporio Analytics Indonesia) menerbitkan hasil riset menunjukkan bisnis perdagangan independen modern di Indonesia tidak terpengaruh pandemi COVID-19 bahkan mengalami pertumbuhan.

"Dampak pembatasan akibat pandemi membuat turunnya aktivitas bisnis dan ekonomi termasuk bisnis ritel eceran, namun riset kami terhadap dua ribu toko modern independen (modern trade independent/ MTI) ternyata tidak semuanya turun," kata Country Manager Eyos, Soon Lee di Jakarta, Senin.

Soon Lee mengatakan berdasarkan data beberapa merekdan peritel MTI baik di Ibu Kota maupun beberapa daerah di Indonesia masih bisa mempertahankan angka penjualannya dengan stabil, bahkan ada yang bisa tumbuh.

"Asal jeli dan konsisten dalam strategi pemasaran, situasi yang saat ini suram, sebenarnya masih bisa dibuat menjadi peluang yang positif," ujar Soon Lee.

Riset pasar yang dilaksanakan Eyos selama September-Oktober 2020 terhadap lebih dari 2.000 toko ritel MTI di seluruh Indonesia, menemukan produk kategori besar seperti mie instan, susu, minyak goreng masih menunjukkan tren stabil bahkan cenderung positif dibanding sebelum pandemi.

Sedangkan, untuk kategori yang berhubungan dengan sanitasi dan imun mengalami peningkatan yang cukup masif, jelas dia.

Data juga memperlihatkan bisnis toko ritel MTI tidak semuanya menunjukkan penurunan, tetap ada toko ritel yang mencatat angka pertumbuhan omset yang melejit tinggi.

"Salah satu fenomena menarik, justru di saat aktivitas ekonomi turun akibat pandemi, bisnis toko kelontong modern dan toko serba ada mandiri skala lokal tumbuh pesat dan menjamur di berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka bersaing dengantoko kelontong modern bermerekjaringan nasional yang sudah dikenal dan mempunyai pelanggan loyal seperti Indomart, Alfamartdan Alfamidi," ujar Soon.

Berdasarkan data yang terdokumentasi, ada beberapa merek yang stabil dan tumbuh. Umumnya mereka yang sigap dalam membaca data penjualan setiap hari, kemudian mengantisipasi dengan program pemasaranyang cepat dan tepat, ujar Soon Lee.

Eyos melakukan riset ini dengan cara pengumpulan data konsumen secara saat pembayaran di meja kasir. Riset dilakukan terhadap dua ribuan toko kelontong kecil dan toko serba ada lokal.

Sebelumnya, Wakil Ketua Aprindo Fernando Repi secara umum mengungkapkan bahwa memang bisnis ritel meleset jauh dari yang diharapkan karena pandemi.

Namun, kata Nando, berbeda dengan ritelmodern, toko kelontongbaik skala nasional maupun lokal, justru lebih tahan terhadap krisis karena mereka lebih mampu beradaptasi.

"Selain lokasinya yang dekat dengan masyarakat, toko kelontong modern dan toko serba ada lokal biasanya lebih cepat adaptif, bisa menyesuaikan dengan keadaan", ujarnya.

Namun untuk lebih berkembang, menurut dia, mereka harus memperluas kanal penjualan dan menjalin kerja sama dengan pasar platform jualan daring(marketplace).

Pertumbuhan angka penjualan beberapa merek di kala ekonomi krisis akibat Pandemi COVID-19 seperti saat ini juga dibenarkan oleh Global Marketing Director PT Mayora Indah Tbk, Ricky Afrianto.

"Bagi kami, memang tidak dapat disangkal lagi kalau pandemi COVID-19 saat ini berpengaruh pada angka penjualan. Namun, ada beberapa merekayang justru mencatatkan angka pertumbuhan penjualan yang naik pesat dan produk baru kami bisa diterima toko-toko MTI.

Selain dengan Mayora, Eyos juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan multinasional maupun nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.