Asuransi Jiwa Diprediksi Bertumbuh
Senin, 01 Mar 2021, 08:46 WIBJAKARTA - Produk asuransi jiwa dan kesehatan diprediksi masih menjadi tren pada tahun ini. Sebab, perlindungan jiwa dan kesehatan menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat dalam memilih asuransi, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Kondisi tersebut akan membuat perusahaan asuransi berlomba-lomba menawarkan proteksi terbaik untuk konsumennya.
Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, mengungkapkan, tahun lalu banyak pelaku industri asuransi jiwa menawarkan produk yang mencakup perlindungan kesehatan akibat Covid-19. Hal tersebut mendorong permintaan konsumen terhadap produk asuransi yang memberikan perlindungan tambahan terhadap Covid-19 juga ikut naik. "Penjualan produk asuransi kesehatan tahun lalu meningkat sekitar 20 persen," ujarnya kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.
Peningkatan tersebut diperkirakan berlanjut tahun ini. Pada 2021, Irvan optimistis tren penjualan produk asuransi jiwa, termasuk proteksi kesehatan, meningkat dibanding tahun lalu. Dia memperkirakan penjualan produk kesehatan tahun ini dapat tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan produk asuransi jiwa meningkat sekitar 15 persen.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu, menyebutkan asuransi jiwa sangat penting bagi masyarakat, terutama di saat pandemi Covid-19. Sebab, asuransi jiwa mampu mengelola risiko dan memberikan jaminan atas ketidakpastian.
AAJI mencatat, hingga Oktober 2020, total klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa mencapai 642,90 miliar rupiah yang berasal dari 8.800 pemegang polis.
Sementara itu, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa di Tanah Air juga selalu berusaha memberikan penawaran produk yang terbaik untuk para konsumennya. Salah satu di antaranya Manulife Value Protector Absolute (MVPA) yang menjadi produk favorit konsumen. Terbukti, pada akhir 2020, produk MVPA ini mampu mencatatkan jumlah polis sebanyak 45.000 unit dengan nilai pertanggungan dasar sebesar 21 triliun rupiah.
Produk Terlaris
Head of Product Manulife Indonesia, Richard A Sondakh, di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan produk MVPA ini telah menjadi andalan Manulife Indonesia sejak 2014 hingga saat ini. Produk MVPA itu menjadi salah satu top selling di kanal agency. Angka penjualannya lebih dari 15 persen dibandingkan produk lainnya untuk kanal agency pada 2018-2019.
Richard Sondakh menjelaskan untuk bisa membeli produk ini, pemegang polis minimum harus berusia 18 tahun dan maksimum berusia 70 tahun dengan premi terendah sebesar empat juta rupiah per tahun.
Secara terpisah, nasabah Manulife Indonesia, Anwar Apnillah, mengungkapkan saat harus dirawat selama 21 hari di rumah sakit karena Covid-19, biaya sebesar 140 juta rupiah ditanggung oleh Manulife Indonesia. Akhirnya, Pemegang polis MiUltimate HealthCare (MiUHC) ini bisa fokus untuk pemulihan kesehatannya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Kemkomdigi Buka Diskusi Industri Bahas Tata Kelola Hak Cipta di Era AI
-
Merah Putih Berkibar di Kampung Sesor, Satgas TMMD Ke-129 Perkuat Semangat Cinta Tanah Air.
-
James Trafford, Kiper Termahal Inggris Resmi Bergabung ke Leeds United
-
Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Alami Mual hingga Diare
-
Harga Rumah Nasional Melambat, Segmen Premium Justru Melesat 46,7 Persen
-
Gubernur Babel Perluas Tanam Padi Jaksa Mandiri Pangan
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Khusus Peringatan HUT ke-81
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.