Keharuan Penghuni Panti Jompo Saat Dapat Kejutan Hadiah Natal dari Penjuru Dunia

Sabtu, 26 Des 2020, 08:22 WIB

Celestina Comotti, 81 tahun, adalah salah satu dari 40 penghuni panti jompo milik yayasan Martino Zanchi di Alzano Lombardo, Italia utara, yang menerima hadiah khusus Natal tahun ini dari orang yang benar-benar asing baginya.

"Nama saya Simone dan saya berusia sembilan tahun. Adik saya Marta. Ibu saya Alessia. Kami ingin mengucapkan selamat hari Natal." demikian petikan kata-kata yang tertulis di kartu Natal yang diterima Comotti dan dibacakan para perawat di panti jompo di mana ia tinggal. "Lihat betapa baiknya mereka," imbuh perawat itu.

Ket. Foto: Kejutan Natal - Suasana keharuan terpancar saat para penghuni panti jompo milik yayasan Martino Zanchi di Alzano Lombardo, Italia utara, menerima hadiah kejutan Natal dari orang asing yang mengikuti proyek “Santa's Grandchildren” pada 19 Desember lalu. — Sumber: VoA/Luca Bruno/AP

"Apakah ini semua sungguhan? Saya amat terenyuh," ujar Comotti lirih seraya menitikkan air mata dan membetulkan letak kacamatanya.

Comotti sebenarnya agak kecewa karena tadinya ia amat mengharapkan datangnya ucapan selamat Natal tersebut dari kerabatnya melalui panggilan video secara daring.

Selain Comotti, kegembiraan juga dirasakan penghuni panti jompo lainnya yang bernama Palmiro Tami, 81 tahun. Tami tidak dapat mempercayai matanya ketika ia membuka hadiah yang diterimanya, yaitu sebuah topi dengan lambang tim sepak bola Atlanta.

"Atalanta, Atalanta, Atalanta, ini tim sepak bola kegemaran saya," ujar dia dengan gembira sambil mengangkat tangannya dan matanya berbinar sambil meneteskan air mata bahagia.

Keharuan itu terpancar setelah panti jompo itu selama berbulan-bulan diisolasi secara total setelah ada kasus Covid-19 di rumah sakit terdekat pada 23 Februari lalu.

Kejutan hadiah Natal ini datang dari proyek yang disebut "Santa's Grandchildren". Donatur untuk proyek ini setiap tahunnya mendaftar secara daring untuk mewujudkan keinginan para lansia dan untuk tahun ini panti jompo milik yayasan Martino Zanchi yang mendapat giliran menerima kejutan.

Namun jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun ini para lansia di panti-panti jompo hanya memiliki sedikit kontak dengan dunia luar. Ini semua demi keselamatan mereka sendiri, agar tidak terjangkit pandemi virus korona yang mematikan. Jadi kemurahan hati warga di luar panti jompo itu, yang memberikan hadiah Natal, disambut dengan sangat baik.

Di Alzano Lombardo, yang terletak di Lombardy, Italia, sebuah kartu Natal sederhana mampu membuat Comotti menangis haru. Lombardy adalah salah satu episentrum Covid-19 gelombang pertama di Italia.

"Inisiatif ini disambut baik sebagai sarana untuk membuat kontak baru dengan dunia luar, juga melihat apakah kami bisa membuat kakek-nenek yang tinggal disini bertemu dengan orang-orang dari belahan dunia lain yang mungkin ingin mengadopsi salah satu penghuni panti jompo ini," kata Maria Giulia Madaschi, manajer panti jompo Martino Zanchi.

Adopsi yang dimaksud adalah memenuhi harapan Natal dan menjalin komunikasi jarak jauh dengan mereka. Sebuah kartu Natal yang disertai hadiah kado sederhana seperti selendang atau jam alarm, dapat membuat warga lansia di panti jompo itu menangis haru.

"Virus korona benar-benar menimbulkan dampak dalam kehidupan warga lansia di panti jompo, yang sebagian diantaranya bahkan menjadi pusat perebakan. Jadi penting bagi saya untuk memberi sedikit kegembiraan, meskipun hanya lewat sebuah hadiah kecil, jadi saya ikut serta dalam program ini," ujar Irene Schiavone, salah seorang peserta program "Santa's Grandchildren".

Tawa dan air mata tak tertahankan di antara "cucu" dan "kakek atau nenek" yang bertemu untuk pertama kalinya, yang bisa jadi merupakan hubungan jangka panjang.

Mereka yang secara sukarela menjadi cucu bagi para lansia ini dapat memilih kakek-nenek yang mereka ingin ajak berkomunikasi berdasarkan minat atau harapan yang dipasang di situs proyek itu, sehingga hubungan mereka menjadi lebih intim.

Ancaman Pandemi

Proyek "Santa's Grandchildren" yang dimulai tiga tahun lalu itu kini melibatkan 228 panti jompo di seluruh Italia. Tahun ini ada sekitar 5.700 hadiah yang dikirim ke berbagai panti jompo di seluruh Italia. Empat puluh hadiah di antaranya dikirim ke panti jompo milik Martino Zanchi.

Meskipun tujuan awal program ini adalah membuat warga lansia tidak kesepian, hubungan jarak jauh terbukti efektif bagi kedua belah pihak. Salah seorang sukarelawan, Caterina Damiano, mengaku telah kehilangan kakek-neneknya tahun ini, tetapi mengatakan dirinya masih tetap ingin menjadi seorang cucu.

Terlepas dari jarak yang memisahkan para lansia ini dengan warga sekitarnya, jelas bahwa mereka tak terlupakan begitu saja. Sejumlah musisi lokal bahkan datang untuk memainkan lagu-lagu Natal bagi mereka.

Kunjungan kerabat ke panti jompo di Italia saat ini dibatasi atau sama sekali dilarang. Sementara jumlah kematian sebenarnya akibat pandemi virus korona di Italia, yang merupakan tertinggi di daratan Eropa, hingga kini masih belum diketahui. VoA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.