'Project Big Picture' Liga Inggris Terus Bergulir

Rabu, 14 Okt 2020, 13:20 WIB

MANCHESTER - Usulan radikal untuk mengubah sepak bola Inggris yang didukung oleh Liverpool dan Manchester United mendapat kecaman keras. Meski demikian, Ketua Football League (EFL) Rick Parry menegaskan dia akan melanjutkan rencana tersebut.

Usulan atau proposal tersebut akan memberi lebih banyak kekuatan kepada klub-klub besar Liga Premier. Liga akan mengurangi jumlah peserta dari 20 menjadi 18 tim untuk musim 2022-2023. Sementara Piala Liga dan Community Shield dihilangkan.

Ket. Foto: Rick Perry — Sumber: PAUL ELLIS /AFP

Rencana tersebut juga akan membuat Liga Premier berkomitmen untuk memberikan 25 persen pendapatan kepada klub EFL dan dana penyelamatan 250 juta pound (4,7 triliun rupiah) untuk membantu dampak langsung akibat krisis Covid-19.

Otoritas Liga Premier, pemerintah Inggris dan Asosiasi Pendukung Sepak Bola (FSA) dengan cepat bersuara mengutuk rencana tersebut, yang bocor ke Telegraph pada hari Minggu lalu. Namun, mantan CEO Liverpool dan Liga Premier, Parry, yang sejauh ini menjadi satu-satunya orang yang menyuarakan dukungan untuk rencana tersebut, menegaskan usulan tersebut akan terus dilanjutkan.

"Jelas akan ada banyak perdebatan, tapi ini tentang membuat rencana yang berani untuk masa depan dan jika itu tidak menyenangkan semua orang, terus terang, biarkan saja," ujarnya, Selasa (13/10).

Sebagian besar kritik telah fokus pada hak suara khusus yang akan diberikan kepada klub 'Big Six (Enam Besar)' Liga Premier - Liverpool, Manchester United, Manchester City, Chelsea, Tottenham Hotspur dan Arsenal.

Menteri Kebudayaan Inggris, Oliver Dowden yang juga bertanggung jawab atas olahraga, mengatakan dia khawatir rencana tersebut akan membuat kekuasaan berpusat di klub-klub besar. ben/AFP/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.