Otoritas Liga Inggris Tolak 'Project Big Picture'

Selasa, 13 Okt 2020, 13:09 WIB

LONDON - Otoritas premiere league (Liga Inggris) menyerukan perlawanan setelah klub-klub terkemuka membahas perombakan yang dikhawatirkan merusak dan memicu perubahan paling radikal pada sepak bola Inggris.

Sebuah laporan Daily Telegraph pada hari Minggu (11/10) waktu setempat, mengatakan Liverpool dan Manchester United telah mendorong pembicaraan tentang 'Project Big Picture'. Rencana itu akan memicu perombakan terbesar sejak Liga Premier diluncurkan pada tahun 1992.

Ket. Foto: Pemain-pemain Liverpool. — Sumber: RUI VIEIRA/AFP

Di antara usulan yang sedang dipertimbangkan adalah pengurangan peserta di Liga Premier dari 20 menjadi 18 tim, penghapusan Piala Liga dan Community Shield serta kekuatan suara yang lebih besar untuk klub 'enam besar' Liverpool, United, Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.

Sebagai imbalan untuk menyetujui ide-ide kontroversial itu, Liga Premier dilaporkan akan memberikan 25 persen dari pendapatannya kepada 72 klub di Championship, League One, dan League Two.

Liga Inggris disarankan untuk membayar 250 juta pound (4,7 triliun rupiah) kepada Football League (pengelola Championship, League One, dan League Two) untuk mengatasi krisis yang ada. Sementara Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) akan menerima apa yang disebut sebagai "hadiah" senilai 100 juta pound. ben/AFP/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.