Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota Dewas KPK Syamsudin Haris Positif Covid-19

📅 Sabtu, 19 Sep 2020, 12:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota Dewas KPK Syamsudin Haris Positif Covid-19 Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak.
Ket. Foto Dok - Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho (kiri) dan Syamsuddin Haris (kanan) bersiap menggelar sidang etik di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Syamsuddin Haris terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

"Saya sejak tadi malam (Jumat, 18 September 2020) dirawat di RS Pertamina karena hasil swab dinyatakan positif Covid-19, mohon doa," kata Syamsuddin di Jakarta, Sabtu (19/9).

Syamsuddin adalah salah satu anggota majelis etik yang mengadili perkara dugaan pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri.

Sedangkan terkait hasilswabanggota Dewas lainnya, Syamsuddin mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu (mengenai) Pak Tumpak (apakah) positif (atau tidak)," ucap Syamsuddin menambahkan.

Sebelumnya Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menginformasikan ada 115 orang yang berada di lingkungan KPK terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil tes usap pada 7-14 September 2020 terhadap 1.931 orang di KPK yang terdiri dari pegawai KPK dan pihak-pihak terkait yang berada di lingkungan KPK, yakni pegawaioutsourcingatau alih daya, BKO Polri, TNI Pomdam Jaya dan tahanan.

Dari 115 orang tersebut, total yang sudah sembuh 33 orang, masih positif dan dalam perawatan atau isolasi mandiri 81 orang terdiri dari 54 pegawai KPK dan 27 orang dari pihak-pihak terkait dan yang meninggal satu orang, namun pada diagnosa akhir dinyatakan negatif Covid-19.

Penyidik KPK Kompol Pandu Hendra Sasmita meninggal dunia pada Minggu (13/9) setelah sebelumnya sempat positif Covid-19. Almarhum sempat dirawat di RS Polri, Jakarta.

Sedangkan sidang pembacaan putusan etik terhadap Ketua KPK Firli Bahuri yang seharusnya disampaikan pada Selasa (15/9) menjadi Rabu, 23 September 2020.

Penundaan agenda sidang tersebut dilakukan karena dari hasiltracinginternal ditemukan indikasi interaksi antara pegawai yang positif Covid-19 dengan anggota Dewas KPK, sehingga dilakukan tes usap sejumlah pihak yang pernah kontak erat dengan pegawai tersebut, termasuk anggota Dewas KPK.

Tiga orang Dewan Pengawas KPK bertindak sebagai majelis etik yaitu Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean selaku ketua majelis etik. Sementara Syamsuddin Haris dan Albertina Ho masing-masing sebagai anggota majelis. Ant/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...

Kemarau Panjang, Harga Cabai Kian Pedas

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Kemarau Panjang, Harga Caba...

DPR sahkan UU Satu Data Indonesia

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR sahkan UU Satu Data Ind...

ZEE Bulgaria Diserang Drone Misterius

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
ZEE Bulgaria Diserang Drone...
Luar Negeri
Mesir Siap Gunakan Segala C...
Daerah
Sawah Karawang Terancam Kek...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.