Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Indonesia Terlibat Penelitian Vaksin Covid-19 di Oxford

📅 Jumat, 24 Jul 2020, 12:58 WIB | Oleh:
Mahasiswa Indonesia Terlibat Penelitian Vaksin Covid-19 di Oxford

Tidak disangka, dalam pengembangan vaksin oleh Universitas Oxford, Inggris, melibatkan mahasiswa Indonesia bernama Indra Rudiansyah. Kisah mahasiswa S3 jurusan Clinical Medicine dibagikan oleh akun Twitter @wpusparini. Kisahnya kemudian viral di media sosial.

Akun tersebut memberikan informasi bahwa Indra turut serta dalam pengembangan vaksin Covid-19 di Universitas Oxford yang memproduksi vaksin bersama perusahaan farmasi global AstraZeneca.

"Hanya ingin memberikan teriakan untuk sesama mahasiswa Oxford Indonesia saya @rudianindra yang ikut serta dalam usaha luar biasa ini," cuit wulan pusparini pada 20 Juli 2020.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Juni lalu, vaksin buatan AstraZeneca adalah kandidat vaksin terdepan dan paling maju dalam hal pengembangan.

Dalam wawancara bersama CNNIndonesia TV, Indra bercerita mengenai keterlibatannya dalam pengembangan vaksin di Universitas Oxford. Ia mengatakan, sebelum menjadi pandemi, dirinya tak terlibat dalam pengembangan vaksin, meski Oxford telah mulai melakukan pengembangan.

"Di awal Januari lalu, kolega saya sudah memulai proyek ini tapi ini khusus untuk tim emerging patogen disesase, kalau saya di tim Malaria, bukan tim khusus di Covid," kata Indra.

Ia menuturkan baru terlibat dalam Gugus Pengembangan Covid-19 di Univesitas Oxford setelah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi. Pemimpin pengembangan membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa, staf, maupun mahasiswa pastdoctoral untuk bergabung ke tim pengembangan.

Ia lalu mendaftar dan membuat daftar keahlian yang dimiliki. Indra ditempatkan pada pengujian untuk melihat respons antibodi dari orang yang sudah diberi vaksin. Baginya, bagian ini penting karena dapat melihat efek samping maupun kemanjuran vaksin.

"Saya dapat bagian meneliti respons para sukarelawan. Jadi orang-orang yang sudah diimunisasi diambil sampelnya oleh tenaga medis, kemudian diproses. Serumnya saya gunakan untuk melihat apakah mereka mererspons vaksin itu positif atau tidak," ujar Indra.

Tim Oxford bisa melakukan perkerjaan dengan cepat karena didukung banyak orang. Jika biasanya untuk mendapat data uji klinis tahap I vaksin baru, dibutuhkan waktu 5 tahun, maka tim mampu mendapat data uji klinis tahap I hanya dalam waktu 6 bulan.

Indra mengatakan, tak khawatir terekspos virus Covid-19 di laboratorium karena sudah menerapkan protokol kesehatan hingga Alat Perlindungan Diri (APD). Ia menambahkan, laboratorium menerapkan jarak sosial atau physical distancing juga. "Kita di lab aman karena ada peralatan medis. Yang menantang itu dari rumah ke kantor," ujar Indra. hay/G-1*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
UEFA Nations League: Pesta ...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.