Penanganan Covid-19 Momentum Perkuat Ekosistem Riset

Kamis, 07 Mei 2020, 22:18 WIB

JAKARTA - Penanganan pandemi Covid-19 butuh keterlibatan banyak sektor, termasuk riset atau penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Litbangjirap). Setiap pelaku riset harus memanfaatkan pandemi sebagai momentum memperkuat ekosistem riset di Tanah Air.

"Khusus Covid-19 ini bisa jadi momentum hilirisasi dari hasil riset dan inovasi yang dilakukan," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, dalam acara telekonpers dengan tema Inovasi Melawan Wabah, di Jakarta, Kamis (7/5).

Ket. Foto: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, dalam acara telekonpers dengan tema Inovasi Melawan Wabah, di Jakarta, Kamis (7/5). — Sumber: Koran Jakarta/Muhamad Marup

Bambang menyebut pandemi Covid-19 memantik setiap pihak untuk bekerja sama termasuk di bidang Litbangjirap. Lepas dari keterbatasan yang ada, kemampuan-kemampuan dari para pelaku riset menunjukkan progres yang luar biasa selama pandemi.

Tidak hanya itu, dukungan dari pihak-pihak seperti DPR, Kementerian dan lembaga lain, juga para pelaku industri juga meningkat. Bambang menjelaskan pihaknya akan menjaga momentum ini agar bisa tetap berjalan pasca pandemi Covid-19.

"Covid-19 momentum bagi pelaku riset untuk bekerja sama secara erat. Ini gerakanbottom upluar biasa dan akan kami kelola agar bisa langsung berdampak," jelasnya.

Bambang memaparkan ada tiga hal di luar Covid-19 yang akan terus didorong dalam ekosistem riset di Indonesia. Tiga hal tersebut yaitu menciptakan teknologi tepat guna, meningkatkan nilai tambah, dan substitusi impor.

Terkait hasil-hasil riset di masa pandemi Covid-19 ini, Bambang mengakui salah satu tantangan adalah minimnya anggaran. Meski begitu, pihaknya telah mencari solusi dengan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar setia hasil riset penanganan Covid-19 yang menjadi prioritas bisa diproduksi secara massal.

"Anggaran kami difokuskan pada prototype yang sudah diuji, tapi untuk pengadaan massal kami dorong ke Kemenkes," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Alu Ghufron Mukti menyatakan proses hilirisasi hasil riset penanganan Covid-19 bisa dibilang cepat. Beberapa temuan menarik selama keberlangsungan riset penanganan Covid-19 seperti belum adanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus membidangi alat kesehatan maupun belum adanya protokol khusus riset pada masa krisis. "Proses ini sedang terbangun yang sebelumnya tidak terjadi," katanya. ruf/N-3

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.