Menikmati Menu Ayam dan Bebek di Sambal Pawon Paris
Rabu, 04 Mar 2020, 01:00 WIBKehadiran Sambal Pawon Paris menawarkan ragam cita rasa kuliner di Yogyakarta. Rasa sensasional sambal jambu monyet (jambu mete) dengan sayur serta lauk ikan berasa sedap disantap siang hari. Resto dengan spesial bebek dan ayam kampung ini juga menawarkan menu istimewa tongseng gurameh.
Menu istimewa ini di-launching Setya Novanto saat menjabat Ketua DPR, didampingi pengurus DPP Partai Golkar ketika itu, Nurul Arifin. Menurut Agus Subagyo, pemilik Rumah Makan Sambal Pawon Paris, ketika itu tampak Nurul menikmati menu yang ada. Nurul menikmati sambal hasil racikan yang diawasi Nuning Sugiyarti, owner Resto Sambal Pawon Paris ini. Nuning adalah istri Agus.
Pengunjung rumah makan yang ada di Jalan Parangtritis Km 6,5, tepatnya di depan Kampus ISI Yogyakarta ini akan dimanjakan dengan aneka pilihan sambal. Sambal tersebut, antara lain korek, terong, teri, ati ampela, mangga, pete, ijo, tomat, tahu, tempe, dan saos. Semua sambal ini disuguhkan dengan pilihan beberapa kelas atau tingkat pedasnya. Ada yang sangat pedas, pedas, sedang, dan ringan.
Lebih Nyaman Sebentar lagi, mereka yang singgah di rumah makan ini akan terasa lebih nyaman. Ya, untuk makin memanjakan para pelanggan, pengelola sedang menata tempatnya.
Tepat di sebelah bangunan lama, kini dibangun gedung jadul (zaman doelue, berupa joglo dan limasan), yang akan menjadi tempat baru Sambal Pawon Paris. Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Kalau diamati dari daftar menu yang ada, pelanggan memiliki banyak pilihan. Ada ayam kampung, ayam kota, bebek, lele, nila, gurameh, udang, cumi.
Tersedia pelengkapnya, telur gembrot, ati ampela, kepala ayam, kepala bebek, ceker ayam, tahu, tempe, mendoan, dan kentang goreng. Disiapkan model paket pesenan yaitu ayam kampung, bebek, nila, ayam kota, lele, ayam geprek, ayam penyek bali, sop iga.
Aneka macam nasi goreng juga siap memenuhi selera pengunjung. Mulai dari nasi goreng ayam, udang, cumi, ati ampela, telur, sayur. Model dimasak dengan taste asam manis juga bisa dipesan yaitu ayam kampung, ayam kota, bebek, gurameh, nila, lele, udang, cumi. Untuk melengkapi aneka makanan di atas, pelanggan bisa memesan aneka sayuran, mulai dari cah jamur, cah kangkung, cah brokoli, jamur crispy, terong crispy, brokoli crispy, terong goreng, kol goreng. Untuk makanan berkuah disiapkan beberapa macam sop yaitu ayam kampung, ayam kota, ayam, ikan, udang, cumi, dan sayur.
"Di sini kami awalnya memang dengan spesial bebek dan ayam kampung. Kami memiliki kelebihan dalam memasaknya. Bebek dan ayamnya akan terasa empuk, gurih karena bumbunya dengan rempah-rempah yang lengkap. Rempah tersebut, antara lain kunir, kemiri, ketumbar, daun salam, daun jeruk, laos, sereh," kata Nuning.
Bagi penggemar tongseng, di sini juga disiapkan aneka tongseng bahan dasar berbeda. Ada tongseng ayam kampung, ayam kota, bebek, nila, gurameh, jamur, tempe, tahu. Nah, jika ingin bersantap bersama keluarga besar, tidak usah khawatir, di sini tempatnya cukup luas. Bisa lesehan, disediakan juga kursi. Rumah makan ini bisa menampung hingga 70 orang.
Tongseng Gurameh yang Maknyus
Jika bosan dengan menu masakan ikan goreng dan ikan bakar, kini Anda bisa mencicipi sajian masakan berupa tongseng ikan yang pedas dan gurih. Tergantung selera konsumen, tinggal minta kepada pelayan saat memesan, mereka yang akan siap memenuhi selera Anda.
Jika biasanya tongseng identik dengan daging kambing, tapi di Rumah Makan Sambel Pawon Paris tersedia menu tongseng terbuat dari ikan gurameh atau nila. Selain itu, di sini juga tersedia tongseng dengan bahan dasar ayam kampung, ayam kota, bebek, jamur, tahu, dan tempe. Namun, yang menjadi favorit adalah tongseng gurameh.
"Tongseng ikan yang kami tawarkan seperti tongseng kebanyakan. Hanya saja bukan daging yang digunakan membuat tongseng tetapi ikan gurameh dan nila," kata Nuning Sugiyarti, chef andalan dari Rumah Makan Sambel Pawon, saat ditemui Koran Jakarta, Senin (2/3).
Jangan diragukan keistimewaaan menu tongseng gurameh ini. Racikan bumbu tongseng khas dan pas akan terasa nikmat di lidah karena memang diracik bumbunya oleh ahlinya. Ya, Nuning memang piawai untuk soal masak memasak. Terbukti pada tahun 2008, dia meraih juara 1 lomba masak serba ikan tingkat nasional, untuk kategori hidangan kudapan. Tongseng gurameh menjadi pilihan menu kuliner bagi konsumen yang tengah menghindari makanan yang banyak mengandung kolesterol.
Nah, masakan ikan solusinya. Hal ini sesuai juga dengan kampanye yang digencarkan pemerintah sejak beberapa tahun lalu yaitu gemar makan ikan. Cara menyiapkan tongseng ini tidak terlalu rumit. Ikan gurameh berukuran sedang 0,5 kg atau besar 1 kg.
Setelah disembelih dan dibersihkan, terus digoreng terlebih dahulu. Kemudian masukkan racikan bumbu tongseng kira-kira 10 menit dan tongseng sudah masak, siap saji.
Bagi konsumen berselera padas bisa ditambahan cabai sesuai taste yang diinginkan pada racikan bumbu tongseng. Menu tongseng ikan tergolong baru, hasil inovasi dan mencoba memenuhi selera pasar.
Semula di rumah makannya hanya ditawarkan gurami dan nila dalam bentuk goreng atau bakar. Dalam menjaga kualitas tongseng ikan, ikannya harus fresh.
"Kalau nggak fresh daging ikannya tidak akan menghasilkan kaldu. Padahal kelezatan tongseng ikan ada di sini," terang Agus.
Supaya rasa masakan tetap lezat, menggunakan bumbu tradisional. Hal ini akan menciptakan rasa masakan dengan bumbu ndeso. Dengan memakai bumbu ini akan lebih meresap sampai ke dalam daging ikan. Di sinilah rahasia kelezatan tongseng ikan.
Menikmati Minuman Kesukaan Raja Sultan Agung
Sambil menunggu makanan selesai diracik, Anda bisa minta pesanan minuman disiapkan terlebih dulu. Cukup banyak pilihan tersedia di daftar menu yang ada, mulai yang dingin hingga panas. Di Sambel Pawon, Koran Jakarta mencoba menghitung, tersedia lebih dari 50 jenis minuman, baik panas maupun dingin. Yang dingin, antara lain ada aneka jus (mangga, alpukat, buah naga, tomat, jambu, timun, apel, pir, strowbery, orange jus, melon, semangka, sirsak, jus mix). Tersedia juga sup buah, es lidah buaya, es lemon tea, es jeruk, es jeruk nipis, es teh manis, es degan utuh. Untuk minuman panas tersedia teh tawar panas, teh tarik, teh kampung, lemon tea panas, jeruk panas, jeruk nipis panas, degan utuh.
Ada kopi hitam, kopi susu, kopi mocca, kopi jahe, susu, susu jahe. Yang menarik ada aneka wedangan, mulai wedang sere, wedang jahe, wedang teh jahe, wedang jahe jeruk hingga wedang uwuh. Untuk minuman yang disebut terakhir, penulis ingat pengalaman beberapa tahun lalu. Pada awal tahun 2000-an, penulis berziarah ke Makam Imogiri.
Selesai naik ratusan anak tangga, lalu turun, badan terasa sungguh lelah. Saat duduk istirahat di warung kecil yang ada di dekat parkiran makam, ditawari untuk mencoba wedang uwuh. Saat itu terasa aneh mendengar nama minuman tersebut. Ibu pemilik warung menyakinkan untuk mencobanya karena ini dulu menjadi minuman kesukaan Raja Mataram, Sultan Agung. Dari tradisi lisan yang beredar di masyarakat, konon wedang uwuh berasal dari kisah Sultan Agung.
Ketika itu, Sultan Agung bersama beberapa pengawal mencari tempat yang akan dijadikan sebagai pemakaman keluarga raja. Setelah melewati proses menyepi dan bekeliling beberapa tempat, Sultan Agung memutuskan Bukit Merak Imogiri menjadi tempat untuk pemakaman. Pada malam hari, Sultan Agung meminta pengawalnya membuatkan minuman untuk menghangatkan tubuh.
Pengawal tersebut membuatkan wedang secang, yang di dalamnya ada jahe dan kayu secang. Minuman tersebut, diletakkan di bawah pepohonan dekat tempat menyepi Sultan Agung.
Ada beberapa dedaunan dan ranting tak sengaja jatuh pada wedang secang milik Raja, bercampur dan larut menjadi satu. Raja pun meminum dan berkata bahwa minuman itu sangat enak. Dari kejadian itu lahirlah wedang uwuh. Minuman Andalan Nah, wedang uwuh itulah yang kini menjadi salah satu minuman andalan di resto ini.
Wedang adalah kata dalam bahasa Jawa yang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Minuman ini dinamakan demikian karena bahan-bahannya berupa dedaunan mirip dengan sampah.
"Banyak yang suka dengan minuman wedang uwuh ini. Selain rasanya khas, minuman juga menyehatkan," kata Agus Subagyo, pemilik Rumah Makan Sambel Pawon, saat ditemui Koran Jakarta, Senin (2/3).
Agus menjelaskan wedang uwuh disajikan panas atau hangat. Minuman ini memiliki rasa manis dan sedikit agak pedas dengan warna merah cerah serta aroma racikan yang khas dari campuran rempah di dalamnya.
Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang. Tidak hanya segar, wedang uwuh juga memiliki beragam khasiat karena menggunakan aneka rempah yang menyehatkan.
Lihat saja racikan wedang uwuh, yang antara lain terdiri dari jahe.kayu secang, cengkeh (bunga cengkih, batang cengkih, dan daun cengkih), kayu manis dan daun kayu manis, pala dan daun pala, akar sereh dan daun sereh, ditambah gula batu.
"Dengan campuran aneka herbal itu membuat wedang uwuh dapat menyembuhkan batuk, masuk angin, pegal, dan perut kembung," tutur Agus. mar/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Marcellus Widiarto
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.