Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unsoed-JICA Riset Mitigasi Longsor

📅 Jumat, 07 Feb 2020, 08:43 WIB | Oleh:
Unsoed-JICA Riset Mitigasi Longsor Doc: ISTIMEWA

PURWOKERTO - Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk melakukan riset mitigasi bencana tanah longsor. Hal ini dikatakan dosen Mitigasi Bencana Geologi Unsoed Dr Indra Permanajati di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (6/2).

Menurutnya, kerja sama akan meliputi riset bersama terkait mitigasi longsor di sekitar wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan Kebumen. Dia mengatakan, riset pengurangan risiko atau mitigasi bencana tanah longsor di wilayah-wilayah tersebut sangat diperlukan.

"Sebab beberapa wilayah kabupaten-kabupaten tersebut dinilai cukup banyak bencana tanah longsor atau rawan terjadi bencana tanah longsor," katanya. Indra menambahkan, riset bersama sangat diperlukan untuk memperkuat kajian kebencanaan, terutama bencana tanah longsor di beberapa wilayah tersebut.

JICA adalah organisasi yang mewadahi kerja sama antara Indonesia dan Jepang. Dia sudah sangat berpengalaman menangani bencana di Indonesia. Dengan demikian, kerja sama ini sangat penting dalam rangka mewujudkan konsep dan teknologi kebencanaan yang bisa diterapkan di wilayahwilayah itu.

Lebih jauh Indra mengungkapkan, kegiatan tersebut pada masa mendatang diharapkan dapat membantu pemkab, khususnya BPBD setempat, penanganan bencana berbasis riset dan teknologi. Jurusan Teknik Geologi dan JICA juga telah menyelenggarakan seminar terkait kebencanaan.

Seminar tersebut untuk berbagi pengetahuan kajian bencana longsor di Indonesia. Pembicaranya Prof Takeshi Ito, pakar tanah longsor dari Jepang. Indra dia berharap kerja sama ini segera terlaksana.

Dana Riset

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengharapkan BUMN dan swasta membantu pendanaan riset. Jangan sampai dana riset hanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Presiden menyampaikan ini dalam rapat terbatas, di Jakarta, Kamis (6/2). "Riset dan penelitian harus dilakukan menyeluruh.

Dia harus dekat dengan aplikasi dan kebutuhan dunia industri," jelas Presiden. Dia mengingatkan, riset janngan tidak komprehensif dan tidak aplikatif dalam kehidupan masyarakat.

Kepala Negara menekankan, proses riset dan hilirisasi riset agar dapat menghasilkan produk unggulan.

"Pendanaan riset harus memadai. Jangan setengah-setengah," tandasnya. Maka, diperlukan konsolidasi anggaran riset dari APBN dan pendanaan dari BUMN maupun swasta.

Jokowi minta peta jalan riset yang mengadaptasi konsep hilirisasi. Peta jalan harus memuat aspek-aspek hilirisasi riset hingga ke tahap produksi massal. Perguruan tinggi dan para ilmuwan dapat menerapkan konsep aplikatif di dunia industri. "Hasil riset harus menyambung dengan dunia industri. Dengan begitu, bisa diproduksi massal. Manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat dan dunia usaha," katanya.

Presiden mengapresiasi produk teknologi berbasis riset yang sudah dihasilkan seperti kapal selam buatan PT PAL Surabaya. Kemudian juga, pesawat tanpa awak (drone), katalis, teknologi konstruksi kapal dan stem cell. Ada juga teknologi konstruksi kapal yang memungkinkan membuat kapal nelayan aman. fdl/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.