Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Akan Pilih Dewan Pengawas KPK yang Kompeten

📅 Rabu, 06 Nov 2019, 00:00 WIB | Oleh:
Presiden Akan Pilih Dewan Pengawas KPK yang Kompeten Doc: ANTARA/WAHYU PUTRO A
Ket. BERI KETERANGAN I Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman memberikan keterangan tentang Dewan Pengawas KPK, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima masukan dari berbagai pihak untuk mendapatkan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)) yang berkualitas. Presiden berharap Dewan Pengawas KPK itu nanti betul-betul mewakili kepentingan dari semua pihak.

"Pemerintah akan betul-betul memilih Dewan Pengawas yang berkompeten dan pro terhadap penegakkan antikorupsi di Indonesia. Presiden berharap Dewan Pengawas ini betul-betul mewakili kepentingan dari semua pihak, sehingga ini bisa menjadi wakil dari masyarakat," ucap Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

Ia menjelaskan, dalam menyeleksi calon-calon Dewan Pengawas KPK, Presiden meminta pendapat dari berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, pemuka agama, kelompok masyarakat, dan lain-lainnya.

"Terkait dengan nama-nama yang masuk di dalam Dewan Pengawas itu, tidak ada yang secara khusus disebutkan. Cuma tegas dikatakan, pada intinya bahwa sudah mendapatkan masukan dan pemerintah juga meminta masukan dari pihak masyarakat," jelas Fadjroel.

Presiden, lanjut Fadjroel, dalam memilih Dewan Pengawas nantinya akan difokuskan kepada sosok yang memiliki profesionalisme. Dan sangat dimungkinkan, warga negara yang sudah pensiun masuk di dalamnya.

"Bahwa pilihannya diambil oleh pemerintahan yang sifatnya politis iya, tetapi orang-orangnya tetap mewakili profesionalitasnya," kata Fadjroel.

Fadjroel menegaskan bahwa Presiden akan melihat kemampuan dan pengalaman para pihak yang nantinya dipilih sebagai anggota Dewan Pengawas KPK.

"Diupayakan tetap menghargai kemampuan-kemampuan yang sifatnya langsung, misalnya kalau hukum kan langsung dengan profesionalnya," tutupnya.

Dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK mengatur ketua dan anggota Dewan Pengawas dipilih oleh Presiden melalui panitia seleksi. Namun, ada Pasal 69 A ayat (1) yang mengatur bahwa ketua dan anggota Dewan Pengawas untuk pertama kalinya ditunjuk dan diangkat oleh Presiden Republik.

Keberadaan Dewan Pengawas KPK menuai polemik di masyarakat. Pasalnya, keberadaan Dewan Pengawas dianggap bakal melemahkan KPK. Setidaknya ada empat poin catatan dari masyarakat soal bahaya Dewan Pengawas tersebut. Pertama, kriteria dan kode etiknya dinilai lemah. Kode etik Dewan Pengawas dibuat lemah karena memang Dewan Pengawas ini dibentuk untuk membuka pintu intervensi politik ke KPK.

Sejumlah pihak menilai keberadaan Dewan Pengawas membuat rencana operasi tangkap tangan KPK rawan bocor. Anggota Dewan Pengawas tidak dilarang bertemu dengan pihak-pihak yang tengah berperkara di KPK. fdl/P-4

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.