Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian Mahasiswa ITS: Limbah Rokok Penghambat Korosi

📅 Sabtu, 07 Sep 2019, 05:00 WIB | Oleh:
Penelitian Mahasiswa ITS: Limbah Rokok Penghambat Korosi Doc: ISTIMEWA
Ket. Anallenian Selviana (kiri), Pandhu Dirga Pratama (tengah), dan Caroline Agustina

Tak hanya peneliti dari Australia, berangkat dari keprihatinan atas sampah puntung rokok, sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, mencoba mencari solusi agar limbah puntung rokok tidak semata menjadi sampah, namun dapat memberi manfaat.

Adalah Pandhu Dirga Pratama (Departemen Teknik Kimia angkatan 2017), Caroline Agustina (Departemen Teknik Kelautan 2018), dan Anallenian Selviana (Departemen Teknik Kelautan 2018), melakukan penelitian terhadap kandungan dalam puntung rokok. Dari penelitan ternyata ditemukan bahwa benda yang selama ini dianggap sebagai limbah itu ternyata dapat menjadi inhibitor atau penghambat korosi (kerusakan) pada bangunan offshore atau lepas pantai.

Tiga sampel produk yang digunakan yakni bakau, puntung rokok, dan teh yang diujikan dalam proses coating pada bangunan Jacket.

Berdasar penelusuran, tercatat bahwa sampah puntung rokok yang ditemukan di Indonesua kurang lebih mencapai 52 juta batang pada 2015. Dari banyaknya sampah tersebut, Olin bersama rekan-rekannya itu pun mulai penasaran dengan kandungan yang ada di dalam sebatang puntung rokok.

Setelah membaca beberapa jurnal, Olin menemukan fakta bahwa nikotin yang terkandung di dalam puntung rokok ternyata dapat digunakan sebagai inhibitor korosi. "Karena bidang kuliah saya Teknik Kelautan, akhirnya kami mengaplikasikan temuan ini untuk bangunan offshore yang berisiko mengalami korosi," ungkapnya.

Tim binaan Suntoyo ST MEng PhD ini pun memilih bangunan lepas pantai yang dirasa paling pas untuk menjadi obyek percobaan, yakni platform atau bangunan Jacket. Platform jenis ini terpancang di laut dangkal dan laut sedang yang dasarnya tebal, lunak dan berlumpur. Bangunan tersebut ditemukan tim mahasiwa ITS di wilayah Madura, Jawa Timur, sehingga mereka penelitian dapat dilakukam relatif lebihudah.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa ekstrak puntung rokok berpotensi sebagai alternatif inhibitor korosi pada jacket platform. Di mana didapatkan bahwa variasi persentase massa ekstrak puntung rokok optimum sebesar 2 persen dengan laju korosi 28,6 mpy (miles per year). "Jadi dengan diberi nikotin dari puntung rokok ini proses korosi bisa dihambat lebih optimum 2 persen dibanding sebelumnya, dengan laju korosi sebesar 28,6 mpy," jelas Olin.

Hasil penelitian Olin bersama timnya yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini pun sempat lolos mengikuti ajang tahunan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 di Bali, belum lama ini. Olin mengungkapkan, perjuangan timnya dalam melakukan penelitian tersebut.

Mereka sampai harus membuat asbak khusus untuk mengumpulkan sampah puntung rokok yang cukup banyak. Sampah rokok yang sebelumnya berserakan pun dapat berkurang drastis setelah disebar di titik strategis di sekitar wilayah ITS. "Jadi menurut saya, hasil penelitian ini secara tidak langsung juga mampu mengatasi masalah sampah puntung rokok di Indonesia," paparnya.

Bahkan menurutnya, tidak menutup kemungkinan pemerintah ke depan dapat membuat wadah sampah khusus untuk membuang sampah rokok. Karena selain mengurangi sampah, terbukti kandungan dalam puntung rokok dapat digunakan sebagai penghambat korosi dengan hasil memuaskan.

SB/E-6

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.