Agama Mengajarkan Kasih Sayang

Senin, 20 Mei 2019, 00:00 WIB

MAGELANG - Inti ajaran agama adalah kasih sayang, bukan kebencian. Semua agama di dunia mempunyai tujuan yang sama untuk mewujudkan keharmonisan.

"Semangat ini yang harus kita rawat sebaik-baiknya. Kita harus mencegah segala bentuk tindakan yang membuat kehidupan kita bersama menjadi terpecah dan menimbulkan konflik," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, saat memberi sambutan puncak perayaan Tri Suci Waisak (TSW), di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/5) malam.

Ket. Foto: PERAYAAN WAISAK - Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. — Sumber: ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO

Pesan itu disampaikan Menag menyikapi situasi dalam negeri saat ini yang baru saja menyelenggarakan pemilu serentak pada 17 April 2019. Indonesia yang memiliki banyak agama sebagai salah satu bentuk pluralitas yang harus dirawat dan tidak boleh terpecah.

"Kita yakin dengan kedewasaan berdemokrasi, kita bisa menjadi negara maju dan bermartabat. Keragaman menjadi kekuatan, bukan kelemahan kita," tandas Lukman.

Menurutnya, demokrasi yang berjalan harus mampu mengelola keberagaman dalam kehidupan beragama, sedangkan keberagaman dalam konteks demokrasi ialah untuk memanggul semangat kebersamaan. "Maka dari itu, kita sangat perlu untuk memberi perhatian pada kehidupan berdemokrasi dan beragama," ujar Menag.

Melalui momentum Tri Suci Waisak TSW, Lukman mengajak umat beragama untuk mengevaluasi diri. Evaluasi diri ada di semua agama, misalnya, dalam agama Buddha ada TSW.

Contoh Pahlawan

Sementara itu, Ketua Walubi, Hartati Murdaya, minta umat mencontoh sikap para pahlawan. Mereka tidak ingin jadi pejabat, menteri, atau presiden.

"Mereka hanya ingin mewariskan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat kepada rakyat Indonesia. Mereka tidak mau kekuasaan apa pun. Mereka hanya ingin Indonesia maju, adil, dan makmur. Hanya itu harapan untuk rakyat Indonesia," tandas Hartati.

Dia lalu mengajak masyarakat untuk mempertahankan semangat para pahlawan bangsa. Marilah kita terus bersatu. Jangan terpecah belah. Tetap bersatu apa pun situasi dan kondisinya agar kita tak kembali terjajah.

"Semoga Indonesia damai sejahtera dan sentosa," harap Hartati. wid/P-4

Redaktur: Khairil Huda

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.